Pages

Monday, April 20, 2015

The Perfect Plan

Fabregas: Direncanakan sampai sempurna

Pergantian posisi pemain gelandang menjadi salah satu alasan sukses kita saat mengalahkan Manchester United.Pemain asal Spanyol bermain lebih ke depan daripada biasanya, bergabung bersama trio penyerang di belakang Didier Drogba.

Strategi ini membuat Kurt Zouma dimainkan bersama Nemanja Matic di tengah. Fabregas menjelaskan detail lebih lanjut.

“Kami harus menugaskan seseorang untuk menjaga (Marouane) Fellaini, terutama untuk bola-bola panjang, jadi, tentu saja kami mengubah gaya permainan kami,” tegasnya. “Aku rasa Zouma menjalankan tugasnya dengan sangat baik.”

“Aku rasa posisi masa depannya adalah di bek tengah, namun ia bisa menjalankan tugasnya dengan baik sebagai gelandang tengah jika diperlukan. Ia bermain dengan baik ketika menghadapi Spurs di final Piala Capital One, West Ham di kandang mereka, dan di laga ini. Ia pemain muda yang hebat. Ia mau belajar dan bermain.”

“Jika aku bermain di posisi itu, tentu aku akan sedikit kesulitan saat menghadapi umpan-umpan panjang dan permainan fisik di laga itu. Itulah mengapa yang menjadikan Jose Mourinho sebagai seorang pelatih yang unik dan telah memenangi banyak gelar. Rencananya berhasil dengan baik.”

“Kami bermain dengan baik dan ini kemenangan yang bagus. Ketika kami menang, berarti kami telah menjalankan tugas dengan baik, terutama ketika menghadapi Man United. Kami tahu kami tidak boleh kalah karena mereka masih beradai di belakang kami dan kami tidak ingin memberikan mereka harapan.”

Jika kita bisa memenangi dua laga lagi, Arsenal dan Leicester, maka the Blues akan meraih gelar juara liga Inggris. Fabregas mengatakan bahwa peluang itu ada, namun mereka akan mempersiapkan diri untuk laga akhir pekan ini dulu.

“Ini laga yang sangat penting. Kami memimpin 10 poin dan kami tidak ingin memberi mereka harapan. Kami harus menunjukkan performa yang bagus karena bermain di Emirat selalu sulit.”
“Kami hanya ingin memenanginya,” jelas Fabregas. “Lebih cepat lebih baik.”

“Kami ingin menyenangkan pada penggemar kami. Mereka telah menunggu selama lima tahun untuk menjadi juara Premier League. Dan untukku, 27 tahun. Jadi aku ingin memenanginya secepat mungkin.”


Sumber :
http://indo.chelseafc.com/news/latest/3056#k4dYKXrGxc1fPX7h.99

Friday, April 10, 2015

Mourinho XI

Pemain sepanjang masa versi Mourinho


Bos Chelsea, Jose Mourinho memasukkan bintang Arsenal, Mesut Oezil bersama delapan pemain The Blues untuk tim sepanjang masanya.

Mourinho merupakan manajer yang tak diragukan lagi kemampuannya dalam mengelola tim sepak bola, jadi tentu tim yang dia impikan bukan tim yang sembarangan. Saat di wawancara Telegraph manajer sal Portugal tersebut membentuk tim impiannya, dia memilih delapan pemain Chelsea Petr Cech, John Terry, William Gallas, Frank Lampard, Claude Makelele, Eden Hazard dan Didier Drogba.

Tiga pemain lain dia ambil dari luar Chelsea, Ricardo Carvalho merupakan pemain Porto saat dia memimpin klub tersebut, Javier Zanetti menjadi satu-satunya pemain Inter yang terpilih dan yang agak aneh dia memilih Mesut Oezil untuk menjadi playmaker.

Bukan kejutan bila ada Cristiano Ronaldo termasuk di dalamnya. Namun, Oezil mendapat banyak kritikan selama ini di Premier League sejak bergabung dengan Arsenal pada 2013.


Sumber:
http://www.sepakbola.com/2015/04/oezil-masuk-tim-sepanjang-masa-mourinho

Saturday, January 24, 2015

Kisah Sukses Mourinho Berawal di Barcelona


Pelatih Paris Saint-Germain Lauent Blanc menilai Manajer Chelsea Jose Mourinho merupakan salah satu pelatih terbaik saat ini dan itu semua berawal dari saat ia menjadi penerjemah dan asisten pelatih Sir Bobby Robson (almarhum) di Barcelona.

Mourinho memulai kerja sama dengan Robson di FC Porto pada Desember 1993. Mourinho melanjutkan kerja sama dengan Robson di Barcelona pada 1996.

Barcelona mengangkat Robson menjadi penasihat bidang olahraga pada 1997 dan merekrut Louis Van Gaal untuk menjadi pelatih. Van Gaal, yang kini melatih Manchester United, mempertahankan Mourinho dalam tim kepelatihannya. Mourinho bekerja sama dengan Van Gaal di Barcelona hingga 2000.

"Robson memahami sangat sedikit bahasa Spanyol dan Mourinho membantunya berkomunikasi. (Mourinho) menguasai empat atau lima bahasa," ujar Blanc, yang bermain untuk Barcelona pada 1996–1997.

"Pada sebuah akhir bulan, para pemain meminta (Robson) mengubah metode latihan dan Robson mendelegasikan tugas itu kepada Mourinho karena ia tak bisa bicara kepada skuad. Menurut saya, ini adalah awal dari segalanya," ujar Blanc.

"Kami tahu, (Mourinho) sangat pintar dan ingin menjadi pelatih yang bagus. Louis van Gaal datang ke (Barcelona) dan cukup pintar untuk mempertahankan (Mourinho) dan belajar darinya. Hal lainnya adalah sejarah," lanjut Blanc.


Sumber :
http://bola.kompas.com

Thursday, December 25, 2014

Mou Ungkap Ulah Konyol Balotelli


"Saya tertawa jika mengingatnya lagi."

Manajer Chelsea Jose Mourinho mengungkap pengalaman menggelikan saat melatih Mario Balotelli. Itu terjadi kala pelatih asal Portugal itu masih membesut klub Italia, Internazionale antara 2008 hingga 2010.

Menurutnya, Balotelli yang kini memperkuat Liverpool merupakan sosok yang sulit diprediksi. Mou pun mengaku memiliki banyak pengalaman lucu menangani Balotelli. Di antaranya terkait aksi Balo mangkir dari perintahnya.

"Kami punya masalah yang lucu. Saya memintanya datang ke kantor saya jam 2 siang untuk meeting. Ketika saya menghubunginya lagi, dia malah pergi nonton kualifikasi Formula 1," kata Mourinho dilansir BT Sport.

"Dia berkata, saya bisa melakukannya setiap hari bertemu denganmu (Mou), tapi untuk menyaksikan Formula 1 di Italia hanya sekali setahun. Itu situasi yang menggelikan. Beberapa hari kemudian, saya tertawa mengingatnya."

Mantan pelatih Real Madrid itu juga menambahkan, Balo sosok yang butuh bimbingan dari para pemain senior. "Dia sosok anak yang lucu saat saya masih melatihnya," kata Mourinho.

"Dia butuh dukungan dan bimbingan dari para pemain senior. Karena tidak bagus jika hubungan yang mendidik hanya antara pelatih dan manajer saja," lanjut Mourinho.


Sumber :
http://bola.viva.co.id

Monday, December 1, 2014

Mour­inho Puji Chelsea Sete­lah Kalahkan Schalke

Ini Chelsea vs Schalke, Bukan Mourinho vs Di Matteo


Jelang lanjutan pertandingan Liga Champions Grup G antara Schalke 04 melawan Chelsea pada Rabu (26/11) dini hari WIB akan menyoroti dua sosok yang bertugas sebagai peracik tim. Adalah Jose Mourinho dan Roberto di Matteo.

Seperti diketahui, Di Matteo merupakan mantan pelatih Chelsea dan mempersembahkan trofi Liga Champions pada 2012. Trofi yang belum pernah dihasilkan Mourinho selama menjadi pelatih kepala The Blues.

Kini keduanya akan saling berhadapan di pinggir lapangan dengan suguhan strategi yang akan diterapkan guna meraih hasil positif. Chelsea lebih berhasrat untuk mengamankan posisi sebagai juara grup.

Begitu pun dengan Mou –sapaan Mourinho– dirinya beranggapan pertandingan di lapangan lebih penting daripada dirinya dengan Di Matteo. “Saya tidak bermain melawan dia (Matteo). Karena dia adalah mantan pesepakbola profesional dan saya pasti kalah (sebagai pemain),” ucap Mourinho seperti dilaporkan Soccerway, Senin (24/11/2014).

“Ini adalah pertandingan Chelsea melawan Schalke, bukan saya dengan Di Matteo,” terusnya.

Lebih lanjut, pelatih asal Portugal itu juga menyinggung persaingan di Grup G. Baginya seluruh tim memiliki peluang yang sama untuk berada di urutan satu, dua, atau tiga. Namun, bila Chelsea berada di urutan ketiga maka itu akan menjadi penurunan prestasi drastis dari London Biru.

“Grup ini gampang untuk di analisis. Namun, Chelsea adalah tim yang bagus dan tim bagus akan berhadapan dengan tim bagus lainnya di kompetisi terbaik. Saya akan merasa frustasi bila kami harus berlaga di Europa League, jadi target kami adalah mengamankan posisi ke 16 besar,” paparnya.Pelatih klub kese­be­lasan Chelsea, Jose Mour­inho men­gaku san­gat senang den­gan hasil yang diper­oleh klub­nya sete­lah melibas klub kese­be­lasan Schalke 04 den­gan skor telak 5–0 di babak kual­i­fikasi fase grup Liga Champions.

Mour­inho juga mem­berikan pujian kepada tim-nya dan ia meni­lai keme­nan­gan Chelsea ini tidak nor­mal dan terbe­sar di kan­dang lawan sejak 15 tahun ter­akhir. Den­gan keme­nan­gan besar ini, sudah dipastikan langkah Chelsea lolos ke fase 16 besar di Grup G.

Sek­i­las per­tandin­gan, klub kese­be­lasan Chelsea berhasil menc­etak gol melalui John Terry, Willian, Didier Drogba, Ramirez dan satu gol bunuh diri yang dilakukan oleh Jan Kirchoff.

Usai per­tandin­gan, Jose Mour­inho mem­berikan komen­tar men­ge­nai penampi­lan tim-nya. Berikut komen­tarnya yang diku­tip dari The Mir­ror, seba­gai berikut:

“Para pemain saya bermain den­gan serius di per­tandin­gan ini. Mereka benar-benar fokus dan punya ambisi besar untuk meme­nangkan per­tandin­gan ini.

“Di saat bersamaan, tim ini bermain den­gan penuh gem­bira, pandai meman­faatkan pelu­ang dan bermain den­gan skema can­tik di lapan­gan. Saya dan pemain merasa baha­gia den­gan apa yang lakukan di per­tandin­gan ini.”

“Saya tak ingat kapan ter­akhir kali klub ini bisa tampil seba­gus ini di markas lawan. Cara kami meme­nangkan per­tandin­gan ini sung­guh menakjubkan dan san­gat sempurna.”

“Klub Schalke pasti san­gat sedih den­gan hasil ini, tetapi mereka harus mener­ima keny­ataan bahwa kami ter­lalu kuat untuk mereka di per­tandin­gan ini.”


Sumber :
http://www.9ikanews.com
http://bola.okezone.com

Thursday, October 23, 2014

Mourinho dan Chelsea tidak Cengeng


Saat Chelsea mengalami krisis penyerang saat melawan Manchester United pada pertandingan lanjutan Premier League, di Old Trafford, Minggu (26/10/2014), yaitu karena The Blues sebelumnya kehilangan Diego Costa karena penyerang tim nasional Spanyol tersebut mengalami cedera hamstring. Selanjutnya, Loic Remy yang harus masuk ruang perawatan, namun Chelsea tidak cengeng, setidaknya itu komentar Mourinho, pelatih Chelsea.

Dengan cederanya Costa dan Remy, London Biru praktis hanya bisa mengandalkan Didier Drogba sebagai penyerang. Meski begitu, Manajer Jose Mourinho, bersikap santai terhadap krisis penyerang yang dialami timnya.

"Saya tidak khawatir. Saat seorang pemain cedera, masih ada pemain lain. Rabu (22/10/2014) adalah hari libur dan dokter dilarang menghubungi saya untuk berbicara soal cedera. Saya tidak ingin berbicara mengenai cedera yang dialami MU. Saya tidak ingin tahu," tegas Mourinho.

"Kami tidak menangisi pemain yang cedera. Itu filosofi kami. Kami tak menangis. Kami hanya berpikir bahwa pemain lain dapat kesempatan saat salah satu pemain cedera. Kami tidak bersembunyi. Pada saat ini, kami memiliki sejumlah pemain yang tidak bisa bermain. Kami akan menyiapkan laga nanti pada Kamis, Jumat, dan Sabtu untuk berusaha berada di level terbaik kami saat melawan tim yang sangat hormati," tuturnya.


Sumber :
http://bola.kompas.com

Sunday, July 6, 2014

Fabregas: Mourinho Yakinkan Saya Pilih Chelsea


Cesc Fabregas mengungkapkan bahwa ia memang berniat untuk kembali ke Premier League karena merasa waktunya di Barcelona sudah habis. Setelah mendapatkan berbagai tawaran, Fabregas kemudian memutuskan untuk memilih Chelsea.

Fabregas mengaku bahwa salah satu alasan terbesarnya memilih Chelsea adalah karena Jose Mourinho. Karenanya, Fabregas berani menolak tawaran lain yang juga masuk akal.

"Saya memang ingin kembali ke Premier League, saya harus memikirkan dengan matang semua pilihan yang saya miliki. Saya mendapatkan banyak opsi bagus yang semuanya logis. Lalu saya bicara dengan Mourinho dan dia mengatakan ingin saya ke Chelsea," ungkap Fabregas kepada Guardian.

Menurut Fabregas, Mourinho mampu meyakinkan dirinya dengan sangat cepat. Ia yakin kepindahannya ke Chelsea akan membawa kesuksesan.

"Mourinho mengatakan semua yang ingin saya dengar. Dia bisa meyakinkan saya dengan sangat-sangat cepat. Saya sangat bahagia dan puas. Saya rasa semua akan berjalan fenomenal."

Sumber :
http://m.bola.net

Related Posts