Pages

Saturday, May 9, 2015

Cara Mourinho Meredam Messi

Mourinho Cibir Kegagalan Guardiola Redam Messi

Manajer Chelsea, Jose Mourinho turut mengomentari kegagalan Bayern Muenchen menahan Barcelona di Camp Nou pada leg pertama semifinal Liga Champions, Kamis (6/5/2015) dini hari WIB. Mourinho mencibir kegagalan pelatih Muenchen, Josep "Pep" Guardiola yang gagal meredam Lionel Messi yang jadi inspirator kemenangan Barcelona.

Mourinho heran karena Pep sudah memuja Messi jelang pertandingan. Menurut Pep, tak ada satu pelatih atau sistem permainan yang bisa hentikan Messi jika sedang dalam mood bagus. Mourinho menilai seharusnya seorang pelatih memikirkan strategi untuk menghentikan "Si Kutu" bukan pasrah dibobol bintang asal Argentina tersebut.

"Saya selalu memiliki rencana setiap kali tim yang saya pimpin menghadapi Messi, selalu. Setiap kali melawan Messi, saya habiskan waktu berjam-jam untuk mempelajari cara berhentikan dia. Banyak kali kita berhasil, tapi terkadang gagal pula meredam dia," ujar manajer asal Portugal itu seperti dikutip Daily Mail.

"Dengan Inter 2010 lalu, kami hentikan dia dua kali di laga Inter vs Barcelona dan Barcelona vs Inter. Cara terbaik untuk menjaga Messi adalah man to man marking bukan melibatkan banyak pemain," sambung Mourinho.

Messi seperti diketahui jadi inspirator kemenangan 3-0 Barcelona atas Muenchen. Messi mencetak gol pertama dan kedua yang sekaligus membuka pertahanan Muenchen yang sempat bertahan 70 menit. Neymar sempurnakan kemenangan lewat gol terakhir.

Mourinho sendiri punya alasan mengapa menerapkan strategi man to man marking ketika menghadapi Messi. Menurut dia, strategi itu bisa repotkan Messi ketika hendak mencetak gol di lapangan.

"Saat menjaganya secara man to man, kekuatan Anda sama. Meski man to man marking Messi itu seperti pekerjaan yang tidak mungkin. Seperti saya bilang, saya kadang sukses terkadang tidak. Saya melawan dia banyak kali," tuturnya.

Messi sudah pernah melawan timnya Mourinho sejak di Porto. Dua figur ini kerap bertemu meski Mourinho berpindah-pindah klub. Meski selama dua musim terakhir di Chelsea, Mourinho belum jumpa dengan Messi atau Barcelona.

"Saya selalu ingin menyulitkan dia. Saya tak bilang hentikan dia, tapi ini soal bagaimana mempersulit dia cetak gol. Ini juga yang saya bilang setiap menghadapi Steven Gerrard, meski mereka pemain yang berbeda," sambungnya.


Sumber :
http://bola.liputan6.com/read/2229172/mourinho-cibir-kegagalan-guardiola-redam-messi

Tuesday, May 5, 2015

Mourinho: Saya Memilih Pekerjaan Sulit

Saya memilih negara yang sulit dan klub tanpa tradisi menjuarai titel Premier League 

Chelsea sudah memastikan gelar juara Premier League musim 2015/16 saat liga menyisakan tiga pekan. Tetapi, Manajer Jose Mourinho menilai, dirinya menjalani pekerjaan sulit sepanjang musim ini.

Pertandingan kontra Crystal Palace di Stamford Bridge, Minggu (3/5/2015). Dalam pertandingan tersebut, Chelsea sukses meraih tiga poin dan memastikan gelar. Tetapi, mereka cuma mencetak satu gol lewat Eden Hazard.

"Premier League telah berubah. Mustahil mengalahkan lawan dengan skor 8-0 atau 6-0. Anda bisa lihat Crystal Palace yang datang ke sini dengan sikap fantastis. Mungkin di negara lain, mereka tidak menunjukkan permainan seperti ini," ungkap Mourinho.

"Inggris masih menjadi favorit saya. Seperti manajer lain, saya bisa saja lebih cerdas dengan memilih tim atau negara yang lebih mudah untuk menjadi juara. Tetapi, saya memilih negara yang sulit dan klub tanpa tradisi menjuarai titel Premier League karena meraihnya terakhir kali pada 2010. Saya memilih pekerjaan sulit," tambahnya.

Mourinho pun menilai, kesuksesan The Blues menjadi juara tak cuma dilatari oleh belanja musim panas tahun lalu. Ketika itu, manajemen mendatangkan sejumlah bintang seperti Diego Costa, Cesc Fabregas, dan Felipe Luis.

"Saya pikir, kami sudah mulai membangun sesuatu sejak musim lalu. Musim ini, etos kerja lebih stabil dan pemain baru memberikan kualitas yang tak dimiliki musim lalu. Mentalitas dalam momen-momen penting juga selalu muncul. Menurut saya, kami memiliki segalanya untuk memenangi gelar," tandas pria berkebangsaan Portugal ini.

Sebagai catatan, inilah kali ketiga Mourinho menjuarai Premier League. Sebelumnya, ia juga sukses mengantarkan Chelsea jadi juara pada 2005 dan 2006.


Sumber :
http://bola.kompas.com/read/2015/05/03/23115678/Mourinho.Saya.Memilih.Pekerjaan.Sulit

34 Laga per 1 Trofi

Chelsea Bukukan Rekor, Mourinho Goreskan Catatan Impresif

Kemenangan atas Crystal Palace, Minggu (3/5/2015), memastikan Chelsea meraih titel juara Premier League musim 2014-15. Bagi Jose Mourinho, inilah trofi Premier League ketiga setelah 2004-05 dan 2005-06. 

Dengan gelar terakhirya ini, Mourinho telah membukukan 22 gelar sepanjang kariernya sebagai pelatih. Jika dirata-ratakan dengan total pertandingan yang telah dilakoninya, Mourinho hanya butuh 34 laga untuk mendapatkan satu trofi.

Khusus di Inggris, Mourinho telah mengumpulkan 8 trofi sejak pertama kali tiba dari FC Porto pada musim panas 2004. Tiga kali dia mengantarkan The Blues menjuarai Premier League dan Piala Liga Inggris. Sementara Piala FA dan Community Shield, dia pernah satu kali mengangkatnya.

Mourinho juga membuktikan diri sebagai manajer yang punya rekor persentase kemenangan terbaik dibandingkan kolega-koleganya di Premier League. The Special One bisa memperembahkan 135 kemenangan dalam 193 pertandingan Premier League dalam dua periode kariernya di Chelsea.

Dengan persentase kemenangan mencapai 70 persen, Mourinho masih lebih baik dibandingkan Sir Alex Ferguson sekalipun, meski Fergie mempunyai masa pengabdian lebih lama bersama Manchester United.

Sedangkan bagi Chelsea, musim ini adalah gelar juara Premier League keempat sejak terakhir kali meriahnya pada musim 2009-10, saat dilatih Carlo Ancelotti, Ditambah gelar juara Divisi I 1954-55, The Blues telah menjadi yang terbaik di kasta tertinggi Liga Inggris sebanyak lima kali.

Chelsea pada musim ini juga memecahkan rekor milik Manchester United pada 1993-94. Ketika itu, Setan Merah berada di puncak klasemen selama 262 hari berturut-turut. Sementara musim ini, Chelsea akan berada di puncak klasemen selama 274 hari kala kompetisi berakhir pada 24 Mei mendatang.


Sumber :
http://bola.kompas.com/read/2015/05/04/06460068/Chelsea.Bukukan.Rekor.Mourinho.Goreskan.Catatan.Impresif.

Mourinho Hanya Menyukai Kemenangan

Fabregas: Mourinho di Atas Wenger dan Guardiola

Gelandang Chelsea, Cesc Fabregas, menganggap Jose Mourinho masih lebih baik ketimbang mantan-mantan pelatihnya terdahulu, Arsene Wenger dan Josep Guardiola.

Hal yang ditekankan Fabregas mengenai kehebatan Mourinho itu adalah soal mentalitas menjadi pemenang. Fabregas baru merasakan gelar perdananya di Premier League bersama Chelsea pada musim ini.

Fabregas lantas membandingkan Mourinho dengan Wenger dan Guardiola. Fabregas pernah bekerja bersama Wenger saat memulai karier di Arsenal, sementara Guardiola menjadi pelatihnya saat pindah ke Barcelona.

"Mourinho hanya menyukai kemenangan. Aku tidak berkata pelatih-pelatihku sebelumnya tidak menyukai kemenangan. Namun, Mourinho selalu berada di depan soal itu daripada pelatih lain," ujar Fabregas.

"Mentalitas itu diperlihatkan dalam setiap latihan ataupun pertandingan. Kini, aku mengerti kenapa Mourinho selalu memenangi gelar sepanjang karier kepelatihannya."

"Ya, Mourinho mempunyai sentuhan ajaib. Dia tahu bagaimana melatih sebuah tim dan mengeluarkan kemampuan terbaik dari para pemainnya. Itu adalah hal yang diperlukan dari seorang pelatih," lanjut Fabregas.


Sumber :
http://bola.kompas.com/read/2015/05/05/14392138/Fabregas.Mourinho.di.Atas.Wenger.dan.Guardiola

Sunday, April 26, 2015

Lebih Membosankan Menunggu Gelar 10 Tahun

Chelsea Membosankan? Lebih Bosan Menunggu Gelar 10 Tahun

Manajer Chelsea, Jose Mourinho, mengecam tindakan suporter Arsenal yang menyebut Chelsea sebagai tim membosankan saat kedua tim bertemu pada pertandingan lanjutan Premier League, di Stadion Emirates, Minggu (26/4/2015).

The Blues berusaha meraih hasil imbang untuk menjaga jarak 10 poin dengan Arsenal di peringkat kedua. Chelsea pun akhirnya mampu menahan imbang tanpa gol Arsenal. Kapten Chelsea, John Terry, menggambarkan hasil ini sebagai langkah besar dalam meraih juara.

Namun, permainan bertahan yang diperagakan London Biru dikritik oleh suporter Arsenal setelah pertandingan, Mereka bernyanyi,"membosankan, membosankan Chelsea."

Terkait cemoohan tersebut, Mourinho berpendapat bahwa nyanyian tersebut untuk Arsenal sendiri tak pernah meraih gelar juara Premier League sejak 2004.

"Menurut saya, membosankan adalah 10 tahun tanpa gelar. Menurutku, menunggu, menunggu, menunggu untuk gelar selama 10 tahun, sangat membosankan," jelas Mourinho.

"Nyanyian tersebut mungkin bukan untuk kami. Saat Anda bermain di kandang dan menarik keluar nomor 9 (penyerang)... mungkin mereka ingin melihat Olivier Giroud dan Danny Welbeck bermain bersama. Tim membosankan adalah tim yang berada di urutan kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak di Premier League dan memiliki rekor memasukkan-kemasukan terbaik," sambungnya.


Sumber :
http://bola.kompas.com/read/2015/04/27/06360018/Mou.Chelsea.Membosankan.Lebih.Bosan.Menunggu.Gelar.10.Tahun.

Monday, April 20, 2015

The Perfect Plan

Fabregas: Direncanakan sampai sempurna

Pergantian posisi pemain gelandang menjadi salah satu alasan sukses kita saat mengalahkan Manchester United.Pemain asal Spanyol bermain lebih ke depan daripada biasanya, bergabung bersama trio penyerang di belakang Didier Drogba.

Strategi ini membuat Kurt Zouma dimainkan bersama Nemanja Matic di tengah. Fabregas menjelaskan detail lebih lanjut.

“Kami harus menugaskan seseorang untuk menjaga (Marouane) Fellaini, terutama untuk bola-bola panjang, jadi, tentu saja kami mengubah gaya permainan kami,” tegasnya. “Aku rasa Zouma menjalankan tugasnya dengan sangat baik.”

“Aku rasa posisi masa depannya adalah di bek tengah, namun ia bisa menjalankan tugasnya dengan baik sebagai gelandang tengah jika diperlukan. Ia bermain dengan baik ketika menghadapi Spurs di final Piala Capital One, West Ham di kandang mereka, dan di laga ini. Ia pemain muda yang hebat. Ia mau belajar dan bermain.”

“Jika aku bermain di posisi itu, tentu aku akan sedikit kesulitan saat menghadapi umpan-umpan panjang dan permainan fisik di laga itu. Itulah mengapa yang menjadikan Jose Mourinho sebagai seorang pelatih yang unik dan telah memenangi banyak gelar. Rencananya berhasil dengan baik.”

“Kami bermain dengan baik dan ini kemenangan yang bagus. Ketika kami menang, berarti kami telah menjalankan tugas dengan baik, terutama ketika menghadapi Man United. Kami tahu kami tidak boleh kalah karena mereka masih beradai di belakang kami dan kami tidak ingin memberikan mereka harapan.”

Jika kita bisa memenangi dua laga lagi, Arsenal dan Leicester, maka the Blues akan meraih gelar juara liga Inggris. Fabregas mengatakan bahwa peluang itu ada, namun mereka akan mempersiapkan diri untuk laga akhir pekan ini dulu.

“Ini laga yang sangat penting. Kami memimpin 10 poin dan kami tidak ingin memberi mereka harapan. Kami harus menunjukkan performa yang bagus karena bermain di Emirat selalu sulit.”
“Kami hanya ingin memenanginya,” jelas Fabregas. “Lebih cepat lebih baik.”

“Kami ingin menyenangkan pada penggemar kami. Mereka telah menunggu selama lima tahun untuk menjadi juara Premier League. Dan untukku, 27 tahun. Jadi aku ingin memenanginya secepat mungkin.”


Sumber :
http://indo.chelseafc.com/news/latest/3056#k4dYKXrGxc1fPX7h.99

Friday, April 10, 2015

Mourinho XI

Pemain sepanjang masa versi Mourinho


Bos Chelsea, Jose Mourinho memasukkan bintang Arsenal, Mesut Oezil bersama delapan pemain The Blues untuk tim sepanjang masanya.

Mourinho merupakan manajer yang tak diragukan lagi kemampuannya dalam mengelola tim sepak bola, jadi tentu tim yang dia impikan bukan tim yang sembarangan. Saat di wawancara Telegraph manajer sal Portugal tersebut membentuk tim impiannya, dia memilih delapan pemain Chelsea Petr Cech, John Terry, William Gallas, Frank Lampard, Claude Makelele, Eden Hazard dan Didier Drogba.

Tiga pemain lain dia ambil dari luar Chelsea, Ricardo Carvalho merupakan pemain Porto saat dia memimpin klub tersebut, Javier Zanetti menjadi satu-satunya pemain Inter yang terpilih dan yang agak aneh dia memilih Mesut Oezil untuk menjadi playmaker.

Bukan kejutan bila ada Cristiano Ronaldo termasuk di dalamnya. Namun, Oezil mendapat banyak kritikan selama ini di Premier League sejak bergabung dengan Arsenal pada 2013.


Sumber:
http://www.sepakbola.com/2015/04/oezil-masuk-tim-sepanjang-masa-mourinho

Related Posts