Mourinho: Pedro Belum Seperti Maradona, Baru Mendekati
Bos Chelsea, Jose Mourinho, menanggapi dengan antusias, debut Pedro dalam pertandingan kontra West Bromwich Albion, Minggu, 23 Agustus 2015, dengan mencetak satu gol dan satu assist dalam 30 menit.
"Dia belum seperti Maradona, tapi dia mendekati," kata pelatih asal Portugal itu, yang dikutip Marca, Senin, 24 Agustus. Namun Mourinho enggan menanggapi insiden kartu merah, yang didapat John Terry.
Gol yang dicetak Pedro dalam pertandingan pertamanya di Premier League, hanya lima hari setelah bergabung di Stamford Bridge, disambut gempita fans Chelsea, yang segera menggunakannya untuk mengolok-olok Manchester United.
Kontroversi mengiringi perekrutan winger 28 tahun itu dari Barcelona, karena Chelsea baru memasuki persaingan di masa terakhir, pada saat Manchester United tampak sudah pasti akan menyelesaikan kesepakatan pembeliannya.
Menanggapi isu seputar perekrutan Pedro, Mourinho mengungkap bahwa dirinya hanya bertanya pada Pedro, apakah dia memang ingin meninggalkan Barcelona, dan dibenarkan oleh Pedro.
"Hampir, tapi belum," kata Pedro, menjawab pertanyaan Mourinho apakah dia sudah menandatangani kontrak dengan klub lain. Mourinho kemudian bertanya, apakah Pedro mau bergabung dengan Chelsea.
Jawaban Pedro ketika itu sangat jelas, dengan fakta bahwa dia akhirnya memilih Chelsea daripada Manchester United.
Sumber :
http://m.bolabanget.com/reader.php?id=97673207
“Please don’t call me arrogant, but I’m European champion and I think I’m a special one.”
Sunday, August 23, 2015
Sunday, August 2, 2015
Revolusi Mourinho
Mourinho Merevolusi Sepak Bola
Permainan sepak bola tak lepas dari taktik. Dalam sepak bola, taktik terkait erat dengan formasi yang diterapkan. Untuk urusan meramu strategi, pola latihan, atau melecut motivasi hanya dipahami oleh orang yang benar-benar menguasai ilmu kepelatihan.
Melihat dari sisi inilah mengapa Mou bisa dikatakan merevolusi sepak bola. Dalam sejarah sepak bola, selalu muncul pelatih yang dikenal sebagai sosok yang mempopulerkan sebuah taktik. Diantaranya adalah :
Pola "Metodo" yang dipakai Vittorio Pozzo pada 1930-an, Mario Zagalo dengan 4-2-4.
Catenacio ala Helenio Herrera, atau pola pohon natal (4-3-2-1) yang dipopulerkan Carlo Ancelotti. Formasi pohon natal sendiri pertama kali diperkenalkan Terry Venables saat menukangi Inggris di Euro 1996.
Mou pada dasarnya menganut formasi 4-5-1 (sejak di FC Porto). Untuk alternatif, Mou juga menyukai pola 4-3-3, yang sebenarnya tetap berdasar pada 4-5-1. Namun, dia dikatakan jenius karena dari dasar itulah Mou sukses melakukan beberapa kombinasi.
Saat di Chelsea, Mou menerapkan formasi 4-3-3 yang berdasar pada 4-5-1. Mou memainkan 2 pemain bertipe gelandang bertahan dan 3 pemain bertipe gelandang serang.
Satu lagi, di antara gelandang tersebut harus ada seorang yang disebut box-to-box midfielder. Dia adalah galandang serbabisa, mampu menekel, mengumpan, menembak, menguasai bola, dan bertenaga (contoh Frank Lampard/Essien atau Xabi Alonso). Dari 4-5-1, Mou secara jenius berkreasi dengan 4-3-3, 4-2-3-1, 4-2-3-1, dan 4-1-4-1.
"Penemuan" paling spektakuler Mou adalah saat menangani Inter Milan musim lalu. Mou mengusung formasi 4-2-1-3, formasi yang membawa Inter meraih treble. Formasi yang memasang 3 penyerang ketimbang 2 pemain sayap.
Lewat formasi ini, 2 dari 3 penyerang memang merangkap tugas sebagai sayap (diperankan oleh Eto'o dan Pandev). Formasi tersebut bahkan bisa bertransformasi menjadi 4-1-2-3 dengan mudahnya di tengah pertandingan. Formasi inilah yang mencatatkan Mou dalam buku sejarah.
Banyak yang mengatakan Mou yang memperkenalkan formasi 4-2-3-1 ini.
Sumber :
http://www.kompasiana.com/yusuf-abdillah/mourinho-merevolusi-sepak-bola_550046708133119c17fa754a
Permainan sepak bola tak lepas dari taktik. Dalam sepak bola, taktik terkait erat dengan formasi yang diterapkan. Untuk urusan meramu strategi, pola latihan, atau melecut motivasi hanya dipahami oleh orang yang benar-benar menguasai ilmu kepelatihan.
Melihat dari sisi inilah mengapa Mou bisa dikatakan merevolusi sepak bola. Dalam sejarah sepak bola, selalu muncul pelatih yang dikenal sebagai sosok yang mempopulerkan sebuah taktik. Diantaranya adalah :
Pola "Metodo" yang dipakai Vittorio Pozzo pada 1930-an, Mario Zagalo dengan 4-2-4.
Catenacio ala Helenio Herrera, atau pola pohon natal (4-3-2-1) yang dipopulerkan Carlo Ancelotti. Formasi pohon natal sendiri pertama kali diperkenalkan Terry Venables saat menukangi Inggris di Euro 1996.
Mou pada dasarnya menganut formasi 4-5-1 (sejak di FC Porto). Untuk alternatif, Mou juga menyukai pola 4-3-3, yang sebenarnya tetap berdasar pada 4-5-1. Namun, dia dikatakan jenius karena dari dasar itulah Mou sukses melakukan beberapa kombinasi.
Saat di Chelsea, Mou menerapkan formasi 4-3-3 yang berdasar pada 4-5-1. Mou memainkan 2 pemain bertipe gelandang bertahan dan 3 pemain bertipe gelandang serang.
Satu lagi, di antara gelandang tersebut harus ada seorang yang disebut box-to-box midfielder. Dia adalah galandang serbabisa, mampu menekel, mengumpan, menembak, menguasai bola, dan bertenaga (contoh Frank Lampard/Essien atau Xabi Alonso). Dari 4-5-1, Mou secara jenius berkreasi dengan 4-3-3, 4-2-3-1, 4-2-3-1, dan 4-1-4-1.
"Penemuan" paling spektakuler Mou adalah saat menangani Inter Milan musim lalu. Mou mengusung formasi 4-2-1-3, formasi yang membawa Inter meraih treble. Formasi yang memasang 3 penyerang ketimbang 2 pemain sayap.
Lewat formasi ini, 2 dari 3 penyerang memang merangkap tugas sebagai sayap (diperankan oleh Eto'o dan Pandev). Formasi tersebut bahkan bisa bertransformasi menjadi 4-1-2-3 dengan mudahnya di tengah pertandingan. Formasi inilah yang mencatatkan Mou dalam buku sejarah.
Banyak yang mengatakan Mou yang memperkenalkan formasi 4-2-3-1 ini.
Sumber :
http://www.kompasiana.com/yusuf-abdillah/mourinho-merevolusi-sepak-bola_550046708133119c17fa754a
Mourinho dan Formasi 4-2-3-1
Taktik (Baru) Mourinho di Chelsea
Musim 2004-2005 formasi andalan Mourinho adalah 4-3-3, kini kerap memperagakan formasi 4-2-3-1. Formasi tersebut acap ia gunakan saat menukangi Inter, dan jadi pakem andalan hingga musim yang lalu kala berada di Real Madrid.
Formasi 4-2-3-1 menjadi citra negatif yang melekat pada gaya permainan Mou kala membesut Inter dan Madrid.
Formasi 4-2-3-1 Mou membutuhkan dua gelandang enerjik yang memiliki kemampuan untuk saling menutupi. Ramires didelegasikan untuk menjadi seorang gelandang box-to-box yang berperan untuk melakukan pressing kepada lawan, ketika tim sedang kehilangan penguasaan bola. Namun ia juga akan merangsek ke depan guna membantu penyerangan.
Sedangkan satu gelandang lainnya bertugas untuk menjaga pos-pos yang ditinggal oleh Ramires, ataupun bek sayap ketika Chelsea sedang melakukan inisiasi serangan.
Di lini depan, Mourinho membutuhkan trio gelandang serang dalam skema 4-2-3-1.
Di posisi striker, dalam skema Mou, ia acapkali menggunakan seorang striker yang bertenaga, kuat dalam menyerang, sekaligus juga memiliki kemampuan yang baik dalam bertahan. Kekuatan ini juga yang ditunjukkan oleh Didier Drogba, Diego Milito, dan Karim Benzema.
Sumber :
http://sport.detik.com/aboutthegame/read/2013/08/16/114141/2331698/1482/
http://www.telegraph.co.uk/sport/football/teams/chelsea/11975694/What-exactly-has-gone-wrong-at-Chelsea-and-how-Jose-Mourinho-can-fix-it.html
Musim 2004-2005 formasi andalan Mourinho adalah 4-3-3, kini kerap memperagakan formasi 4-2-3-1. Formasi tersebut acap ia gunakan saat menukangi Inter, dan jadi pakem andalan hingga musim yang lalu kala berada di Real Madrid.
Formasi 4-2-3-1 menjadi citra negatif yang melekat pada gaya permainan Mou kala membesut Inter dan Madrid.
Formasi 4-2-3-1 Mou membutuhkan dua gelandang enerjik yang memiliki kemampuan untuk saling menutupi. Ramires didelegasikan untuk menjadi seorang gelandang box-to-box yang berperan untuk melakukan pressing kepada lawan, ketika tim sedang kehilangan penguasaan bola. Namun ia juga akan merangsek ke depan guna membantu penyerangan.
Sedangkan satu gelandang lainnya bertugas untuk menjaga pos-pos yang ditinggal oleh Ramires, ataupun bek sayap ketika Chelsea sedang melakukan inisiasi serangan.
Di lini depan, Mourinho membutuhkan trio gelandang serang dalam skema 4-2-3-1.
Di posisi striker, dalam skema Mou, ia acapkali menggunakan seorang striker yang bertenaga, kuat dalam menyerang, sekaligus juga memiliki kemampuan yang baik dalam bertahan. Kekuatan ini juga yang ditunjukkan oleh Didier Drogba, Diego Milito, dan Karim Benzema.
Sumber :
http://sport.detik.com/aboutthegame/read/2013/08/16/114141/2331698/1482/
http://www.telegraph.co.uk/sport/football/teams/chelsea/11975694/What-exactly-has-gone-wrong-at-Chelsea-and-how-Jose-Mourinho-can-fix-it.html
Formasi 4-2-3-1 ala Mourinho
Mourinho Beri Inspirasi Formasi 4-2-3-1
Piala Dunia 2010 memunculkan fenomena baru dalam sepak bola. Skema 4-2-3-1 kini menjadi raja dan mematikan formasi konvensional 4-4-2.
Selama putaran final turnamen ini, formasi lima pemain tengah menjadi pilihan banyak tim di fase gugur. Setidaknya tiga dari empat semifinalis memakai skema tersebut. Taktik ini bisa sangat lentur karena sewaktu-waktu bisa berubah menjadi 4-5-1 untuk meredam lawan, tapi juga bisa berubah menjadi 4-3-3 untuk menyuntikkan serangan.
Kecenderungan menggunakan dua gelandang bertahan tersebut sedikit banyak terinspirasi oleh kekuatan Inter Milan musim lalu. Inter menjadi jawara Eropa dengan memainkan Thiago Motta dan Esteban Cambiasso sebagai gelandang jangkar yang berperan merusak permainan lawan. Demi taktik ini, Pelatih Jose Mourinho rela mengubah striker Samuel Eto'o menjadi winger yang kadang menjelajah sampai ke belakang.
Setidaknya ada tiga tim yang memakai formasi 4-2-3-1 ini di semifinal kali ini. Contoh paling nyata adalah Jerman. Sejak awal, Pelatih Joachim Loew begitu percaya diri mengedepankan skema ini bersama pemain-pemain mudanya. Miroslav Klose sangat dimanjakan oleh pergerakan Lukas Podolski, Mesut Oezil, dan Thomas Mueller. Di belakangnya, Sami Khedira dan Bastian Schweinsteiger bertindak sebagai gelandang bertahan.
Sumber ;
http://www.tribunnews.com/piala-dunia-2010/2010/07/13/mourinho-beri-pencetus-formasi-4-2-3-1
http://futblog101.blogspot.co.id/2011_09_01_archive.html
Piala Dunia 2010 memunculkan fenomena baru dalam sepak bola. Skema 4-2-3-1 kini menjadi raja dan mematikan formasi konvensional 4-4-2.
Selama putaran final turnamen ini, formasi lima pemain tengah menjadi pilihan banyak tim di fase gugur. Setidaknya tiga dari empat semifinalis memakai skema tersebut. Taktik ini bisa sangat lentur karena sewaktu-waktu bisa berubah menjadi 4-5-1 untuk meredam lawan, tapi juga bisa berubah menjadi 4-3-3 untuk menyuntikkan serangan.
Kecenderungan menggunakan dua gelandang bertahan tersebut sedikit banyak terinspirasi oleh kekuatan Inter Milan musim lalu. Inter menjadi jawara Eropa dengan memainkan Thiago Motta dan Esteban Cambiasso sebagai gelandang jangkar yang berperan merusak permainan lawan. Demi taktik ini, Pelatih Jose Mourinho rela mengubah striker Samuel Eto'o menjadi winger yang kadang menjelajah sampai ke belakang.
Setidaknya ada tiga tim yang memakai formasi 4-2-3-1 ini di semifinal kali ini. Contoh paling nyata adalah Jerman. Sejak awal, Pelatih Joachim Loew begitu percaya diri mengedepankan skema ini bersama pemain-pemain mudanya. Miroslav Klose sangat dimanjakan oleh pergerakan Lukas Podolski, Mesut Oezil, dan Thomas Mueller. Di belakangnya, Sami Khedira dan Bastian Schweinsteiger bertindak sebagai gelandang bertahan.
Sumber ;
http://www.tribunnews.com/piala-dunia-2010/2010/07/13/mourinho-beri-pencetus-formasi-4-2-3-1
http://futblog101.blogspot.co.id/2011_09_01_archive.html
Saturday, August 1, 2015
Komentar Jelang Community Shield
“Saya tidak pernah menganggap menjadi hal yang spesial jika menang atas Arsenal. Saya tidak pecah dalam kegembiraan saat mengalahkan mereka, dan saya tidak membuat drama ketika kalah. Siapa tahu mereka bisa mengalahkan kami,” kata Mourinho.
Community Shield adalah laga yang mempertemukan juara Premier League melawan jawara FA Cup. Selama ini banyak yang menganggap Community Shield adalah pertandingan persahabatan yang berhadiah trofi.
Mou menyatakan bahwa Community Shield bukan laga persahabatan, tetapi juga tidak memiliki imbas penting dalam musim Chelsea. Mourinho memberikan bukti dengan melihat kembali hasil pertandingan musim lalu.
Mourinho menegaskan niat Chelsea untuk tampil serius dalam pertandingan Community Shield menghadapi Arsenal, karena laga ini bukanlah sekadar laga persahabatan.
“Saya pikir Community Shield ada di tengah-tengah. Lebih kepada pertandingan persahabatan, mirip seperti melawan Barcelona dan Paris Saint-Germain (International Champions Cup). Tapi lebih berat ke liga, jadi motivasinya berbeda,” lanjutnya.
Apapun hasilnya, Mourinho tidak akan membesar-besarkannya.
"Saya tidak merasakan kepuasan berlebih, saya tidak meledak-ledak dengan rasa senang ketika saya mengalahkan mereka, dan saya tidak akan membuat drama ketika saya kalah," ujar Mourinho seperti dikutip Soccerway.
"Saya cuma ingin klub saya mendapat hasil terbaik. Tidak masalah soal Arsenal. Saya hanya ingin klub mendapat hasil terbaik. Kami bisa kalah atau imbang, dalam hal ini Anda harus siap untuk segalanya."
"Saya tidak pernah menggunakan kemenangan atas Arsenal sebagai ekspresi kebahagiaan atau kebanggaan yang spesial. Ini bukan pertandingan persahabatan seperti melawan Barcelona atau Paris Saint-Germain, atau Arsenal melawan Wolfsburg, ini lebih dari itu, tapi tidak lebih dari laga Premier League."
"Kami kalah dari (New York) Red Bulls dan kami tidak senang, jadi normal kalau kami selalu mencoba bermain untuk hasil. Community Shield punya motivasi lebih besar daripada sebuah laga persahabatan," katanya.
Sumber :
http://www.bola.net/inggris/mourinho-community-shield-bukan-laga-persahabatan-dee39b.html
http://bola.okezone.com/read/2015/08/01/45/1188800/mourinho-lempar-psywar-jelang-community-shield
http://sport.detik.com/sepakbola/read/2015/08/01/074250/2980601/72/menang-atau-kalah-mourinho-tak-akan-besar-besarkan-hasil-lawan-arsenal
Community Shield adalah laga yang mempertemukan juara Premier League melawan jawara FA Cup. Selama ini banyak yang menganggap Community Shield adalah pertandingan persahabatan yang berhadiah trofi.
Mou menyatakan bahwa Community Shield bukan laga persahabatan, tetapi juga tidak memiliki imbas penting dalam musim Chelsea. Mourinho memberikan bukti dengan melihat kembali hasil pertandingan musim lalu.
Mourinho menegaskan niat Chelsea untuk tampil serius dalam pertandingan Community Shield menghadapi Arsenal, karena laga ini bukanlah sekadar laga persahabatan.
“Saya pikir Community Shield ada di tengah-tengah. Lebih kepada pertandingan persahabatan, mirip seperti melawan Barcelona dan Paris Saint-Germain (International Champions Cup). Tapi lebih berat ke liga, jadi motivasinya berbeda,” lanjutnya.
Apapun hasilnya, Mourinho tidak akan membesar-besarkannya.
"Saya tidak merasakan kepuasan berlebih, saya tidak meledak-ledak dengan rasa senang ketika saya mengalahkan mereka, dan saya tidak akan membuat drama ketika saya kalah," ujar Mourinho seperti dikutip Soccerway.
"Saya cuma ingin klub saya mendapat hasil terbaik. Tidak masalah soal Arsenal. Saya hanya ingin klub mendapat hasil terbaik. Kami bisa kalah atau imbang, dalam hal ini Anda harus siap untuk segalanya."
"Saya tidak pernah menggunakan kemenangan atas Arsenal sebagai ekspresi kebahagiaan atau kebanggaan yang spesial. Ini bukan pertandingan persahabatan seperti melawan Barcelona atau Paris Saint-Germain, atau Arsenal melawan Wolfsburg, ini lebih dari itu, tapi tidak lebih dari laga Premier League."
"Kami kalah dari (New York) Red Bulls dan kami tidak senang, jadi normal kalau kami selalu mencoba bermain untuk hasil. Community Shield punya motivasi lebih besar daripada sebuah laga persahabatan," katanya.
Sumber :
http://www.bola.net/inggris/mourinho-community-shield-bukan-laga-persahabatan-dee39b.html
http://bola.okezone.com/read/2015/08/01/45/1188800/mourinho-lempar-psywar-jelang-community-shield
http://sport.detik.com/sepakbola/read/2015/08/01/074250/2980601/72/menang-atau-kalah-mourinho-tak-akan-besar-besarkan-hasil-lawan-arsenal
Wednesday, June 10, 2015
Serangan Balik = Serangan Baik
Jose Mourinho: Serangan Balik Hal Fantastis Dalam Sepakbola
Manajer Chelsea, Jose Mourinho, menilai sepak bola tak bisa lepas dari kemenangan. Serangan balik, di mata Mourinho, menjadi salah satu cara untuk meraih tujuan itu.
Jose Mourinho memang sempat beberapa kali disindir terkait permainan pragmatis Chelsea, terutama seusai meraih kemenangan atas Manchester United. Namun, menurut dia, penguasaan bola dominan tak berarti apa-apa jika tim tersebut tak bisa meraih kemenangan.
Pelatih asal Portugal itu juga menyindir anggapan sejumlah manajer yang seperti alergi menerapkan taktik serangan balik. “Adalah hal bodoh jika ada pelatih menabukan serangan balik,” ujar Jose Mourinho.
“Serangan balik merupakan salah satu hal fantastis dalam sepak bola, amunisi yang harus dimiliki oleh tim mana pun. Sebab, ketika ada lawan mengalami ketidakseimbangan, tim Anda punya momen fantastis untuk menciptakan gol,” lanjut dia.
“Tujuan sepak bola itu tak pernah berubah, yakni meraih kemenangan,” kata Jose Mourinho.
Taktik Mourinho itu memang menjadikan Chelsea sebagai kampiun Premier League. Menariknya, dari 73 gol Chelsea di Premier League musim ini, hanya satu yang tercipta lewat serangan balik.
Adapun tim tersering mencetak gol lewat serangan balik adalah Manchester City, 10 gol.
Sumber :
http://www.tribunnews.com/superball/2015/06/08/rahasia-sukses-jose-mourinho-serangan-balik-hal-fantastis-dalam-sepakbola
Manajer Chelsea, Jose Mourinho, menilai sepak bola tak bisa lepas dari kemenangan. Serangan balik, di mata Mourinho, menjadi salah satu cara untuk meraih tujuan itu.
Jose Mourinho memang sempat beberapa kali disindir terkait permainan pragmatis Chelsea, terutama seusai meraih kemenangan atas Manchester United. Namun, menurut dia, penguasaan bola dominan tak berarti apa-apa jika tim tersebut tak bisa meraih kemenangan.
Pelatih asal Portugal itu juga menyindir anggapan sejumlah manajer yang seperti alergi menerapkan taktik serangan balik. “Adalah hal bodoh jika ada pelatih menabukan serangan balik,” ujar Jose Mourinho.
“Serangan balik merupakan salah satu hal fantastis dalam sepak bola, amunisi yang harus dimiliki oleh tim mana pun. Sebab, ketika ada lawan mengalami ketidakseimbangan, tim Anda punya momen fantastis untuk menciptakan gol,” lanjut dia.
“Tujuan sepak bola itu tak pernah berubah, yakni meraih kemenangan,” kata Jose Mourinho.
Taktik Mourinho itu memang menjadikan Chelsea sebagai kampiun Premier League. Menariknya, dari 73 gol Chelsea di Premier League musim ini, hanya satu yang tercipta lewat serangan balik.
Adapun tim tersering mencetak gol lewat serangan balik adalah Manchester City, 10 gol.
Sumber :
http://www.tribunnews.com/superball/2015/06/08/rahasia-sukses-jose-mourinho-serangan-balik-hal-fantastis-dalam-sepakbola
Wednesday, May 27, 2015
Mencetak 1 Goal Lebih Banyak daripada Lawan
Mourinho Olok-olok MU, City, dan Arsenal lewat Pidato Kocak
Manajer Chelsea, Jose Mourinho, punya cara yang unik untuk menyerang tim-tim rival. Lewat sebuah pidato yang mengundang tawa, dia mengolok-olok Manchester United, Manchester City, dan Arsenal.
Mourinho melakukan hal tersebut dalam acara malam penghargaan Chelsea di Battersea Evolution, London, Selasa (26/5/2015) malam waktu setempat. Tapi, sebelum mengolok-olok tim-tim rival, The Special One lebih dulu membela timnya, yang sering dihujani kritik karena dinilai tampil membosankan.
"Para pemain saya tak mendapatkan respek yang pantas mereka dapatkan atas apa yang mereka lakukan dari hari pertama sampai hari terakhir," ucap Mourinho di Sky Sports.
"Dan kata-kata ini adalah yang benar-benar saya rasakan, sebuah kata-kata yang serius," tambahnya.
"Akhir ceritanya sederhana. Kita harus mulai yakin bahwa mereka sudah mendapatkan pelajaran dan musim depan akan jauh lebih sulit buat kita. Kita harus siap untuk itu," kata dia.
Setelah itu, muncul sebuah grafis di layar besar yang tampaknya menggambarkan kemenangan Chelsea atas MU pada bulan lalu.
"Ini adalah sebuah lapangan sepakbola dengan dua gawang, satu bola. Tapi, ada satu tim yang ingin bermain tanpa gawang," ujarnya saat menceritakan sebuah tim dengan kostum merah polos.
"Tim itu bermain sangat baik dan bola terus dioper dan dioper dan dioper dan kualitas ball possession-nya sangat indah. Tapi, tak ada gawang.
"Dan mereka meminta kepada dewan FIFA untuk bermain seperti ini. Tapi, mereka diberi tahu bahwa hal itu tak mungkin karena persentase ball possession yang lebih besar tak akan membuat mereka menang dan mereka bukanlah juara."
Mourinho kemudian mengalihkan bidikannya ke City, yang finis kedua dengan selisih delapan poin di belakang Chelsea.
"Setelah itu ada tim lain (memakai kostum biru langit) yang tak terlalu radikal dan mereka meminta bermain hanya dengan satu gawang," ujar Mourinho.
"Mereka fantastis dan mereka mencetak banyak gol dan gol-gol itu lahir dari semua posisi. Mereka mencetak gol dan mencetak gol dan mencetak gol, tapi mereka tak pernah kebobolan karena tak punya gawang.
"Lagi, dewan FIFA mengatakan kepada mereka 'Maaf, Anda tak bisa jadi juara karena dalam sepakbola gawangnya ada dua'.
Olok-olok Mourinho berikutnya ditujukan kepada Arsenal.
"Tim ketiga (kostum merah dengan warna putih di bagian lengan) ingin bermain dengan dua gawang. Mereka mencetak beberapa gol, mereka juga kebobolan beberapa," tuturnya.
"Mereka fantastis. Mereka mencetak gol-gol yang benar-benar indah. Mereka juga kebobolan beberapa gol.
"Tapi, mereka meminta kepada dewan FIFA untuk bermain hanya antara bulan Januari dan April. Mereka pun diberi tahu 'tak mungkin begitu'. Anda harus bermain antara Agustus dan Mei, jadi mereka tak bisa menjadi juara," kata Mourinho.
Terakhir, Mourinho menceritakan soal timnya sendiri.
"Akhirnya, datang tim lain (kostum biru). Mereka ingin bermain dengan aturan normal dan mereka tahu bahwa untuk memenangi pertandingan mereka harus mencetak satu gol lebih banyak daripada lawan," ujarnya.
"Bagaimana Anda melakukan ini? Dengan mencetak banyak gol atau mencetak satu gol tapi tak kebobolan.
"Dan mereka melakukannya dengan kedua cara itu. Mencetak banyak gol, kebobolan beberapa. Mencetak satu gol, tapi tak kebobolan.
"Itu adalah pilihan dan banyak gol yang masuk ke gawang mereka. Mereka main dari Agustus sampai Mei dan kadang-kadang mereka membawa bus," kata dia.
Sumber :
http://sport.detik.com/sepakbola/read/2015/05/27/103742/2926152/72/mourinho-olok-olok-mu-city-dan-arsenal-lewat-pidato-kocak
Manajer Chelsea, Jose Mourinho, punya cara yang unik untuk menyerang tim-tim rival. Lewat sebuah pidato yang mengundang tawa, dia mengolok-olok Manchester United, Manchester City, dan Arsenal.
Mourinho melakukan hal tersebut dalam acara malam penghargaan Chelsea di Battersea Evolution, London, Selasa (26/5/2015) malam waktu setempat. Tapi, sebelum mengolok-olok tim-tim rival, The Special One lebih dulu membela timnya, yang sering dihujani kritik karena dinilai tampil membosankan.
"Para pemain saya tak mendapatkan respek yang pantas mereka dapatkan atas apa yang mereka lakukan dari hari pertama sampai hari terakhir," ucap Mourinho di Sky Sports.
"Dan kata-kata ini adalah yang benar-benar saya rasakan, sebuah kata-kata yang serius," tambahnya.
"Akhir ceritanya sederhana. Kita harus mulai yakin bahwa mereka sudah mendapatkan pelajaran dan musim depan akan jauh lebih sulit buat kita. Kita harus siap untuk itu," kata dia.
Setelah itu, muncul sebuah grafis di layar besar yang tampaknya menggambarkan kemenangan Chelsea atas MU pada bulan lalu.
"Ini adalah sebuah lapangan sepakbola dengan dua gawang, satu bola. Tapi, ada satu tim yang ingin bermain tanpa gawang," ujarnya saat menceritakan sebuah tim dengan kostum merah polos.
"Tim itu bermain sangat baik dan bola terus dioper dan dioper dan dioper dan kualitas ball possession-nya sangat indah. Tapi, tak ada gawang.
"Dan mereka meminta kepada dewan FIFA untuk bermain seperti ini. Tapi, mereka diberi tahu bahwa hal itu tak mungkin karena persentase ball possession yang lebih besar tak akan membuat mereka menang dan mereka bukanlah juara."
Mourinho kemudian mengalihkan bidikannya ke City, yang finis kedua dengan selisih delapan poin di belakang Chelsea.
"Setelah itu ada tim lain (memakai kostum biru langit) yang tak terlalu radikal dan mereka meminta bermain hanya dengan satu gawang," ujar Mourinho.
"Mereka fantastis dan mereka mencetak banyak gol dan gol-gol itu lahir dari semua posisi. Mereka mencetak gol dan mencetak gol dan mencetak gol, tapi mereka tak pernah kebobolan karena tak punya gawang.
"Lagi, dewan FIFA mengatakan kepada mereka 'Maaf, Anda tak bisa jadi juara karena dalam sepakbola gawangnya ada dua'.
Olok-olok Mourinho berikutnya ditujukan kepada Arsenal.
"Tim ketiga (kostum merah dengan warna putih di bagian lengan) ingin bermain dengan dua gawang. Mereka mencetak beberapa gol, mereka juga kebobolan beberapa," tuturnya.
"Mereka fantastis. Mereka mencetak gol-gol yang benar-benar indah. Mereka juga kebobolan beberapa gol.
"Tapi, mereka meminta kepada dewan FIFA untuk bermain hanya antara bulan Januari dan April. Mereka pun diberi tahu 'tak mungkin begitu'. Anda harus bermain antara Agustus dan Mei, jadi mereka tak bisa menjadi juara," kata Mourinho.
Terakhir, Mourinho menceritakan soal timnya sendiri.
"Akhirnya, datang tim lain (kostum biru). Mereka ingin bermain dengan aturan normal dan mereka tahu bahwa untuk memenangi pertandingan mereka harus mencetak satu gol lebih banyak daripada lawan," ujarnya.
"Bagaimana Anda melakukan ini? Dengan mencetak banyak gol atau mencetak satu gol tapi tak kebobolan.
"Dan mereka melakukannya dengan kedua cara itu. Mencetak banyak gol, kebobolan beberapa. Mencetak satu gol, tapi tak kebobolan.
"Itu adalah pilihan dan banyak gol yang masuk ke gawang mereka. Mereka main dari Agustus sampai Mei dan kadang-kadang mereka membawa bus," kata dia.
Sumber :
http://sport.detik.com/sepakbola/read/2015/05/27/103742/2926152/72/mourinho-olok-olok-mu-city-dan-arsenal-lewat-pidato-kocak
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Jose Mourinho ke AS Roma, Langsung Jadi Pelatih Termahal di Liga Italia, tapi Gajinya Dibayar Patungan 5 Mei 2021 Jose Mourinho akan langsun...
-
Meski menjadi manajer yang timnya memenangi enam pertandingan secara beruntun, ada satu aspek dari pekerjaan Jose Mourinho yang tidak ia...
-
Bukan rahasia lagi kalau Jose Mourinho adalah sosok yang doyan mengumbar kata-kata pedas atau melancarkan perang urat syaraf kepada kubu ...
-
Klub-klub besar lazimnya memiliki sejumlah tantangan yang juga besar, di antaranya pemain bintang yang punya ego menjulang. Jose Mourinho...
-
Pernyataan Xabi Alonso terhadap Jose Mourinho menjelang pertandingan Barcelona dan Manchester United. How does Mourinho influence your...

