“Please don’t call me arrogant, but I’m European champion and I think I’m a special one.”
Tuesday, August 18, 2020
Joe Hart jadi Pemain Anyar Tottenham Hotspur,
Joe Hart mengucapkan terima kasih kepada Tottenham Hotspur usai kariernya diselamatkan dan direkrut menjadi pemain baru. Tottenham Hotspur mengumumkan perekrutan eks kiper Manchester City, Joe Hart, melalui akun Twitter resmi mereka pada Selasa (18/8/2020).
Joe Hart direkrut oleh Spurs dengan status bebas transfer usai kontraknya tak diperpanjang lagi oleh Burnley. Hart akan berseragam The Lilywhites hingga pengujung musim 2021-2022 atau selama dua musim.
Mantan kiper timnas Inggris itu menjadi rekrutan kedua Spurs pada bursa transfer musim panas ini. Sebelumnya, Spurs telah mendatangkan gelandang Southampton, Pierre-Emile Hojbjerg. Hart memang mengalami masa-masa sulit setelah Pep Guardiola mengambil alih kursi kepelatihan Manchester City pada 2016.
Tanpa diduga, Hart dipinjamkan Manchester City ke Torino dan West Ham United usai Guardiola menjadi pelatih. Hart pun harus merelakan posisi utamanya di Manchester City menjadi milik Ederson Moraes.
Tak berhenti di situ, karier Hart semakin tenggelam saat bergabung dengan Burnley. Alih-alih mendapatkan menit bermain yang banyak, Hart justru tak diturunkan sama sekali di Liga Inggris 2019-2020.
Burnley lebih memilih Nick Pope yang tampil luar biasa sebagai penjaga gawang utama mereka. Oleh karena itu, saat direkrut oleh Jose Mourinho untuk menjadi bagian dari skuad Tottenham Hotspur, Hart merasa sangat berterima kasih.
Kiper 33 tahun itu pun menyampaikan rasa terima kasihnya melalui video yang diunggah di akun Twitter resmi milik Spurs.
"Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada klub karena melihat sesuatu dalam diri saya," ujar Hart seperti dilansir BolaSport.com dari Sportskeeda.
"Tidak bisa lepas darinya, ini adalah beberapa tahun yang sulit bagi saya secara pribadi di lapangan sepak bola, tetapi saya merasa masih punya banyak hal untuk diberikan."
"Saya merasa memiliki kualitas, tetapi tidak mendapatkan banyak waktu bermain akhir-akhir ini."
"(Beberapa tahun terakhir) merupakan sebuah proses, sesuatu yang tentunya tidak perlu saya biasakan karena saya tidak ingin pernah terbiasa dengannya."
"Tetapi, saya telah menjalaninya. Saya telah bekerja keras, mempertahankan standar yang sama yang saya pertahankan sepanjang karier, langsung dari Shrewsbury Town."
"Saya telah mencoba untuk tumbuh sebagai pribadi, mencoba untuk tumbuh sebagai pemain, mencoba menggunakan waktu saya, dan mencoba untuk melihatnya secara berbeda."
"Jika tidak bermain di lapangan, apa yang bisa saya keluarkan dari diri saya sendiri di luar lapangan?"
"Saya masih merasa seperti pemain yang sama persis dan saya masih merasa memiliki lebih banyak untuk diberikan."
"Saya hanya dapat melihat hal-hal secara positif. Saya siap untuk bermain."
"Saya merasa seperti memulai lagi dan saya cukup menikmati perasaan itu. Tubuh saya sudah pasti siap untuk memulai lagi," kata Hart melanjutkan.
Mulai musim depan, Hart akan bersaing dengan dua kiper Spurs lainnya, yakni Hugo Lloris dan Paulo Gazzaniga.
Sumber :
https://www.bolasport.com/read/312296505/kariernya-diselamatkan-tottenham-hotspur-joe-hart-ucapkan-terima-kasih?page=all
Tuesday, July 14, 2020
Taktik Mourinho Lebih Jelimet dari Pochettino
Bek Tottenham Ungkap Taktik Mourinho Lebih Jelimet dari Pochettino
Sudah hampir delapan bulan Jose Mourinho melatih Tottenham Hotspur. Ia menggantikan manajer asal Argentina, Mauricio Pochettino, yang performanya dianggap buruk setelah cuma membawa Spurs menang tiga kali dari 12 laga di Premier League.
Dalam kurun waktu tersebut, Mourinho telah memimpin 23 pertandingan, memenangkan 11 gim, seri lima kali, dan kalah tujuh kali. Hasil itu tidak oke-oke amat, memang, tapi tidak bisa dibilang buruk juga.
Yang terakhir, Mourinho berhasil membawa Tottenham mengalahkan Arsenal 2-1. Selepas laga, Mourinho bahkan sesumbar kalau ia bisa membawa Tottenham ke empat besar Liga Inggris seandainya ia melatih sejak awal musim.
Di balik hasil yang belum konsisten, pemain Tottenham merasakan optimisme dan pendekatan latihan baru di bawah Mourinho dibandingkan era Pochettino dulu.
Ben Davies, bek kiri Spurs, bahkan mengungkap bahwa pelatih asal Portugal itu lebih taktis dan spesifik ketimbang pendahulunya.
"Di bawah Poch (panggilan Pochettino), kami punya gaya bermain yang berbeda, yang kurang lebih adalah pressing tinggi dengan intensitas yang tinggi," ujar Davies kepada Talksport, Selasa (14/7).
"Sekarang kupikir kami lebih taktis, kami lebih waspada dan sadar terhadap kualitas dan taktik tim yang akan kami hadapi," kata pemain yang telah tampil 19 kali di semua kompetisi musim ini.
"Jadi, kami punya satu rencana pertandingan dan pendekatan yang berbeda setiap pertandingannya."
Davies percaya bahwa Mourinho adalah orang yang tepat untuk masa depan Tottenham Hotspur. Dia berkata, pemain-pemain percaya bahwa Mourinho punya kemampuan yang dibutuhkan untuk membawa Spurs menjadi klub top.
"Dia telah memenangkan segalanya. Jadi kami, para pemain, cuma harus percaya padanya dan hasilnya akan mengikuti.
“Kami tahu hasilnya musim ini belum seperti yang kami inginkan. Kami kurang konsisten dan musim ini sempat terhenti (karena pandemi) tapi itu bukanlah alasan," kata bek asal Wales itu.
"Aku yakin di jeda musim panas nanti akan ada lebih banyak pekerjaan, kami akan bersiap buat musim selanjutnya dan tahun depan ceritanya akan berbeda," tutup Davies.
Sumber :
https://kumparan.com/kumparanbola/bek-tottenham-ungkap-taktik-mourinho-lebih-jelimet-dari-pochettino-1tnquoGWJWw/full
15 Posisi di Sepakbola
Analisis | 08 July 2020, 15:45
Sebagai salah satu kompetisi terbesar di Eropa, Bundesliga tak pernah absen dalam menghasilkan banyak pemain hebat, baik pemain lokal Jerman seperti Mesut ozil dan Mats Hummels ataupun pemain asing seperti, Hasan Salihamidzic dan Franck Ribery.
Memasuki era industri 4.0, Bundesliga kian kompetitif dengan berbagai pemain yang memiliki kualitas hebat di posisinya masing-masing. Baru-baru ini, situs resmi Bundesliga memaparkan artikel pengetahuan tentang 11 posisi pemain di lapangan sepakbola. Posisi itu bisa berkembang menjadi 15 jenis. Berikut di antaranya:
Posisi: Penjaga gawang
- Posisi paling defensif dalam sepakbola
- Pekerjaan utama adalah menghentikan lawan mencetak gol
- Juga mengatur pertahanan dan membangun permainan dari belakang
- Mengenakan sarung tangan, dan jersey berwarna berbeda dari rekan setim
- Satu-satunya pemain yang dapat menggunakan tangan mereka di kotak penalti (kecuali saat menerima lemparan ke dalam!)
Contoh: Manuel Neuer
Dapat dikatakan, mantan kiper Schalke ini tidak hanya diakui hebat di Bundesliga, tetapi juga di dunia. Neuer yang kini menjadi kapten untuk Tim Bavaria tidak hanya bisa bermain sebagai kiper, tetapi bisa juga bermain sebagai sweeper.
Raihan gelar yang ia dapat pun sudah banyak, mulai dari raihan individu, klub hingga timnas Jerman. Neuer mendapatkan FIFA World Cup Golden Glove pada tahun 2014 serta dinobatkan sebaai kiper terbaik Eropa sebanyak 4 kali. Di level klub, pria 33 tahun itu berhasil membawa Die Roten meraih tujuh gelar Liga, empat Piala DFB dan satu Liga Champions. Sementara di level tim Pantzer Jerman, dirinya meraih gelar Piala Dunia 2014.
Posisi: Bek sayap (full back)
- Membangun garis sejajar di pertahanan
- Mengawal pemain sayap lawan
- Memberikan dukungan untuk gelandang yang bermain melebar di depan mereka
- Dapat overlap dan mengirim umpan silang ke kotak penalti lawan
- Sering mengambil lemparan ke dalam
- Tugas utamanya bertahan.
Contoh: Benjamin Pavard
Memulai karirnya sebagai bek tengah bersama Lille yang kemudian membawanya ke Jerman dengan bergabung bersama VfB Stuttgart pada tahun 2016, Pavard memiliki kemampuan dalam bertahan yang sangat bagus, bisa membaca permainan dan yang paling penting, bisa membantu penyerang dan masa transisi di saat yang bersamaan.
Di usianya yang baru 24 tahun, Pavard memiliki prospek yang cerah untuk mengklaim dirinya sebagai bek sayap terbaik di dunia. Bersama timnas Ayam Jantan, Pavard berhasil membawa pulang Piala Dunia 2018 ke Prancis usai menumbangkan Kroasia di final. Golnya saat bertemu Argentina di babak 16 besar dinobatkan sebagai gol terbaik turnamen paling prestisius tersebut.
Posisi: Wing-back
- Variasi modern dari full-back
- Bisa overlap dan mengirim umpan silang ke kotak penalti.
- Mengawal pemain sayap lawan saat dibutuhkan
- Diharapkan tetap pada garis mereka
- Salah satu posisi yang paling menuntut secara fisik
- Dituntut kuat menyerang dan bertahan. Sering dipakai pada formasi 3-5-2
Contoh: Joshua Kimmich
Mendapatkan pujian dari legenda Bayern, Philipp Lahm, nampaknya bukanlah hal yang berlebihan, mengingat di musim ini, Kimmich semakin matang secara permainan. Pemain berusia 25 tahun tersebut bisa ditempatkan dalam berbagai posisi bertahan. Hanya dengan tinggi badan 1,76 meter, dirinya pernah dipasang sebagai bek tengah oleh Pep Guardiola ketika krisis pemain dan itu berhasil.
Di musim 19/20, Kimmich membuat rekor dengan 3.369 sentuhan di liga dan menyelesaikan 91 persen umpannya - lebih banyak dari bek sayap lainnya - dan 13 assist-nya lebih baik daripada Jadon Sancho.
Posisi: Bek tengah (stopper)
- Menutup pergerakan penyerang lawan
- Dapat menggunakan strategi zona atau man marking
- Membawa bola keluar dari belakang
- Seringkali tinggi dan kuat secara fisik
- Keberanian dan kemampuan heading untuk digunakan di kedua kotak
Contoh: Niklas Sule
Sule direpresentasikan sebagai bek tengah modern masa kini dengan badan yang terbilang cukup tinggi, dirinya hebat dalam duel udara serta memiliki akurasi passing di atas rata-rata pemain belakang Bundesliga.
Bersama timnas Jerman, Joachim Loew telah mempercayakan posisi belakang kepada pemain berusia 24 tahun tersebut bersama dengan Jonathan Tah dan Matthias Ginter. Bek tengah prototipe Bayern itu bisa membuat permainan menjadi lebih baik ketika dirinya diturunkan sebagai stater.
Posisi: Bek tengah (sweeper)
Jaring pengaman untuk stopper di sebelahnya
Selalu berusaha untuk menutupi celah saat pertahanan dibongkar
Kurang peduli dengan man marking manusia
Membaca game dari posisi terbaik
Bergabung dengan build up lini tengah saat menguasai bola
Contoh: Makoto Hasebe
Usianya memang sudah tak muda lagi, namun mantan kapten timnas Jepang ini memiliki segudang pengalaman di persepakbolaan Jerman serta kecepatan kakinya dalam menyapu bola masih sama bagusnya ketika membawa Woflsburg menjurai Bundesliga pada musim 2008/09.
Naiknya nama Luka Jovic, Sebastien Haller dan Ante Rebic, tidak lepas dari peranan mantan pemain Urawa Red Diamonds itu di lini belakang bersama David Abraham dan Evan N 'Dicka. Musim lalu, The Eagles berhasil menembus babak semifinal Liga Eropa.
Posisi: Bek tengah (quarter back)
Posisi defensif sentral yang sama dengan stopper
Lebih sering digunakan untuk formasi tiga pemain belakang.
Menguasai bola sama pentingnya dengan memenangkannya kembali
Wajib memiliki percaya diri tinggi
Wajib pintar mengirim umpan panjang dan akurat
Contoh: Mats Hummels
Menjadi pemain yang pernah berseragam Bayern Muenchen dan Dortmund, Hummels terbukti mampu bermain konsisten sebagai Stopper dan penyapu sekaligus. Kembalinya Hummels ke Signal Iduna Park musim ini, membuktikan dirinya masih yang terbaik dalam menjadi pertahanan Die Schwarzgelben selama 20 tahun terakhir.
Dalam perjalanan karirnya, Hummels sukses merengkuh 5 Bundelisga, 2 DFB Pokkal serta 1 Piala Dunia, membawanya sejajar sebagai salah satu bek terbaik Jerman bersama dengan Lothar Matthaus dan Franz Beckenbauer.
Posisi: Gelandang bertahan (ball winner)
Berada di depan pertahanan
Memenangkan bola kembali dengan tekel dan intersep
Menutup ruang yang ditinggal rekan setim saat mereka maju
Menganggu penyerang lawan
Secara fisik bugar dan ulet
Contoh: Thomas Delaney
Didatangkan oleh Dortmund pada musim panas lalu, pemain Denmark itu menambah kekuatan lini tengah Die Borussen bersama tandemnya, Axel Witsel. Dengan kecepatan berlari yang mencapai 21 mil per jam serta mampu melalukan teckel sempurna, membuatnya bisa memenangkan bola rata-rata 10 kali per game.
Catatan 41 pelanggarannya membuktikan dirinya cukup tangguh dan layak sebagai gelandang bertahan. Namun, pemain berusia 28 tahun tersebut tak memiliki catatan mendapat kartu merah. Dimusim lalu dirinya hanya mendapatkan tujuh kartu kuning.
Posisi: Gelandang bertahan (deep lying playmaker)
Berposisi di depan pertahanan
Playmaker kreatif
Mendistribusikan bola ke rekan tim, dekat dan jauh
Menyetel tempo tim
Mampu melakukan tekel, meskipun tugas sekunder
Contoh: Thiago Alcantara
Pemain timnas Spanyol yang kini menjadi maestro lapangan tengah Die Bayern usai ditinggal oleh Bastian Schweinsteiger.
Gelandang jebolan La Masia itu mencatatakan 2.916 sentuhan bola pada musim 2018/19, dan memiliki akurasi passing yang menembus 93 persen, Thiago hampir tak tergeser di posisinya sebagai gelandang playmaker.
Posisi: gelandang box to box
Berada di tengah lapangan
Sama-sama mahir menyerang dan bertahan
Mempertahankan penguasaan bola
Mundur untuk bertahan dan memblokir tembakan
Masuk ke kotak lawan dan mencoba mencetak gol
Contoh: Weston McKennie
Pemain yang lahir di Washington, Amerika Serikat itu adalah salah satu talenta yang menjanjikan di Bundesliga. Tidak ada gelandang yang bisa memenangkan lebih dari 101 sundulan selain McKennie musim lalu.
Bahkan dirinya juga beberapa kali dipasang dalam berbagai posisi yang berbeda, mulai dari bek sayap kanan, bek tengah dan sekali berada di depan. Hal itu tak lepas dari kebutuhan FC Schalke dalam penerapan taktiknya.
"Saya akan bermain sebagai kiper jika Schalke menyuruh saya," demikian kata McKennie.
Posisi: Wide midfielder (Gelandang melebar)
Memberikan lebar di lini tengah
Memberikan perlindungan defensif full-back
Menarik posisi rapat pertahanan lawan.
Dapat mengirim umpan silang dari posisi lebih dalam dibanding sayap
Menggabungkan kecepatan dan stamina
Contoh: Filip Kostic
Setelah mengalami dua degradasi bersama Stuttgart dan kemudian Hamburg, pemain Serbia itu bertranformasi menjadi salah satu gelandang yang patut diperhitungkan di Bundesliga bersama Frankfurt. Selama berseragam Frankfurt, Kostic berhasil menyumbangkan lebih dari 20 asisst serta membawa The Egales ke semifinal Liga Eropa musim lalu.
Dalam formasi 3-4-1-2 di Frankfurt, Kostic biasanya ditaruh sebagai left wing back, tapi kerap kali menjadi wide midfielder dalam penerapannya. 396 duel yang dimenangkannya musim lalu adalah nilai terbaik kelima di Bundesliga dengan nilai tujuh per pertandingan.
Posisi: Gelandang serang
Mendikte permainan dari belakang striker
Menciptakan peluang mencetak gol bagi penyerang
Teknik dan kreativitas sangat penting
Kemampuan menembak dari jarak jauh merupakan keunggulan
Secara historis dikaitkan dengan jersey No 10
Contoh: Marco Reus
Pemain yang setia bersama Dortmund ketika Lewandowksi dan Gotze memilih hengkang, Reus memiliki catatan yang fantastis sebagai pemain. Dengan 91 gol serta 85 assist sejak membela Die Borussen pada 2012, Reus layak mendapatkan predikat sebagai gelandang serang terbaik Bundesliga saat ini.
Posisi: Pemain sayap (winger)
Pemain posisi menyerang paling lebar
Berani bertarung duel one on one dengan bek sayap
Memberikan umpan silang ke dalam kotak
Menyambut umpan silang dari sayap yang berlawanan
Seringkali pemain tercepat di lapangan
Contoh: Jadon Sancho
Sancho mungkin hanya berusia 19 tahun, tetapi dirinya sudah menjadi pemain sayap yang paling mematikan di zaman modern. Mantan pemain Manchester City itu merasakan musim terbaiknya bersama Dortmund saat ini. Sancho menempatkan namanya dalam daftar pencetak gol terbanyak di posisi ketiga dengan raihan 17 gol dan membawanya ke posisi kedua dengan 16 assist sebagai pemberi umpan terbanyak di bawah Thomas Muller musim ini.
Posisi: False 9
Posisi di dekat gawang lawan
Menggantikan striker tradisional dalam kebanyakan formasi
Turun lebih dalam untuk menarik lawan keluar
Seringkali seorang gelandang yang diubah posisinya
Menggiring bola dan menciptakan peluang
Contoh: Mario Gotze
Kendati musim ini Gotze kehilangan sentuhan magisnya, pahlawan Jerman di Piala Dunia 2014 itu tetaplah yang terbaik di posisinya hingga sekarang.
Dalam 11 tahun karirnya sebagai pesepakbola profesional, Gotze telah meraih berbagai macam gelar bergengsi bersama klub maupun timnas Jerman. Namun masalah metabolik mengancam dirinya akan berakhir sebagai bintang muda yang gagal. Di musim ini, Gotze hanya bermain 120 menit dengan 7 gol dan 7 assist, sangat turun bila dibandingkan dengan penampilannya pada awal-awal musim 2010 hingga 2013.
Posisi: Forward
Dimainkan antara lini tengah dan striker
Membantu striker dalam mencetak gol
Sulit dikawal
Lebih serbabisa daripada target-man
Visi, keterampilan teknis dan kreativitas
Contoh: Thomas Muller
Pemain Bayern Muenchen ini bisa dikatakan sebagai ahlinya dalam menyerang atau setidaknya sebagai man in front of goal. Dengan penempatan posisi yang baik, insting serta kekuatan fisik yang luar bisa, Muller bertahun-tahun selalu menjadi pilihan utama Die Roten, bahkan di timnas Jerman hingga membawa Piala Dunia 2014 kembali ke tanah Jerman.
Hingga sekarang tidak ada pemain Jerman yang bisa mengemas 10 gol di dua Piala Dunia dengan 110 gol dan 124 assist di Bundesliga selama massa aktif bermainnya.
Posisi: Striker
Pemain terdekat ke gawang lawan
Bertanggung jawab untuk mencetak gol
Tahan bola sampai rekan tim bisa bergabung dengan serangan
Duel dengan bek lawan
Fisik yang kuat
Contoh: Robert Lewandowski
Bakatnya dipoles oleh Jurgen Klopp di Dortmund, mungkin itu adalah sesuatu yang tak akan pernah dilupakan oleh Lewandowksi hingga pensiun.
Dengan 162 gol dalam 190 penampilannya untuk Bayern, Lewandoswki membuktikan dirinya adalah sebagai salah satu striker paling mematikan di dunia saat ini. Bahkan raihan 34 golnya musim ini nyaris memecahkan rekor gol milik Gerd Muller. Lewandowski mampu mencetak gol dalam berbagai fungsi tubuhnya, yakni 28 persen adalah header, 15 persen kaki kiri, 57 persen kaki kanan.
Sumber :
https://www.libero.id/detail/1888/mengenal-15-posisi-di-sepakbola-contoh-nama-pemain-nomor-dan-tugasnya.html?
Wednesday, June 10, 2020
Porto dan Tim Howard Bantu Ciptakan ‘The Special One’
Costinha dan rekan setimnya mengabaikan instruksi untuk mencetak gol di menit ke-90 melawan Manchester United, dan itu mengubah hidup Jose Mourinho.
Mungkin ini masih menjadi gambar paling ikonik dari karier manajerial Jose Mourinho; pria Portugal itu berlari di pinggir lapangan Old Trafford pada 2004 untuk berselebrasi bersama para pemainnya di FC Porto.
Gol menit terakhir Costinha di suatu malam bulan Maret tidak hanya membuat Manchester United tersingkir dari Liga Champions, itu juga mengubah arah sepakbola Eropa.
Terlebih lagi, itu membuat Mourinho menjadi bintang global. Di tahun sebelumnya dia telah memenangkan Piala UEFA bersama Porto namun momen di Old Trafford itu benar-benar menjadi panggungnya untuk mengumumkan namanya ke seluruh dunia.
Dengan menggulingkan manajer legendaris macam Sir Alex Ferguson di depan pendukungnya sendiri, resmi sudah: manajer muda rupawan dari Setubal itu adalah ‘the real deal’.
Kepercayaan dirinya yang memang sudah tinggi menjadi semakin di puncak dan, hanya beberapa bulan kemudian, setelah membawa Porto menjuarai Liga Champions, dia mengguncang Stamford Bridge dengan mengumumkan diri sebagai ‘The Special One’.
Dia lantas mengakhiri 50 tahun penantian gelar Chelsea dengan meraih Liga Primer Inggris sebelum memenangkan treble bersejarah bersama Inter Milan dan kemudian menyudahi dominasi Barcelona di LaLiga dengan Real Madrid arahannya.
Namun, itu semua takkan terjadi tanpa gol penyama kedudukan yang dicetak oleh Costinha di menit terakhir di Old Trafford.
Faktanya, Mourinho sangat marah bahwa Benni McCarthy yang mengambil tendangan bebas karena ia menginginkan Ricardo Fernandes yang mengambilnya. Akan tetapi, arah bola itu berbelok setelah mengenai Costinha dan itu justru memperdaya kiper United Tim Howard.
"Saya ingat bahwa saat itu kami tidak melakukan perintah sesuai yang diinstruksikan Jose kepada kami," kata Costinha kepada Goal. “Yang kami lakukan bukanlah rencana Mourinho!
"Pelatih memang dapat mempersiapkan Anda dengan sempurna untuk pertandingan tetapi ada saat-saat ketika pemain bisa mengubah segalanya sendiri - dan dengan cara yang baik.
"Pada saat itu, kami tidak melakukan apa yang diinginkan Mourinho. Kami melakukannya secara berbeda. Tetapi bola masuk ke gawang. Howard melewatkannya dan John O'Shea hanya terperangah menonton bola dan tidak bereaksi dengan cepat.
“Saya, ketika mencetak gol, hanya melihat para suporter. Saya lupa segalanya pada saat itu dan saya menuju mereka untuk merayakannya bersama. Itu adalah perasaan yang luar biasa!"
Kegembiraan Porto sepenuhnya bisa dimengerti. Hanya sedikit pandit yang mengunggulkan mereka untuk maju ke perempat-final dengan melewati United.
Mourinho, bagaimana pun, selalu percaya pada pemainnya.
"Ketika kami terundi melawan Man United, saya ingat Jose berkata kepada kami, ‘Biarkan hiu datang,’” terang Edgaras Jankauskas kepada Goal.
"Tidak ada rasa takut dan kami memenangkan pertandingan pertama lewat skor 2-1 melalui dua gol dari Benni McCarthy. Namun, kami pergi ke Manchester dengan mengetahui itu akan sulit.
"Tapi tekanannya ada pada mereka: mereka berharap bisa sampai ke final dan kekalahan akan menjadi bencana bagi klub ikonik seperti mereka.
"Mungkin 95 persen orang berpikir Man United akan menemukan jalan untuk lolos, mengingat mereka adalah tim yang lebih baik dan lebih berpengalaman.
"Mereka memiliki pemain seperti Paul Scholes, Ruud van Nistelrooy dan Roy Keane. Mereka adalah superstar tingkat tertinggi yang bisa mengalahkan tim mana pun di dunia.
"Tapi Keane mendapatkan pengusiran di Portugal, jadi kami tahu dia akan absen di leg kedua. Kami tahu kami memiliki peluang."
Mourinho juga mengetahuinya, terutama karena dia sekali lagi akan kembali memiliki Costinha, yang absen di leg pertama karena skorsing.
Hubungan pasangan itu sempat tegang pada bulan-bulan sebelumnya dan mereka hampir tidak berbicara pada saat itu.
Namun, setelah Porto terundi melawan United di babak 16 besar, Mourinho mendekati Costinha saat sang gelandang tengah melakukan peregangan di akhir sesi latihan.
"Dia berkata; ‘Costa, lihatlah undian: Manchester United. Pertandingan pertama adalah di kandang dan yang kedua bermain tandang.
"Anda terkena suspensi untuk leg pertama tetapi kita akan mengalahkan mereka lewat selisih satu gol dan kemudian, Anda akan berada di sana di pertandingan kedua ketika mereka menekan kita.
“[Lewat] umpan panjang dan adu duel, Anda akan mengeluarkan mereka dari kompetisi.' Dia [Mourinho] kemudian berdiri dan pergi.
"Apa lagi yang bisa saya ceritakan tentang Mourinho? Dia benar: itulah yang sebenarnya terjadi.
"Dia selalu memberi kami masukan yang tepat pada waktu yang tepat. Ia mengelola mental kami dengan sempurna. Dia selalu membuat kami fokus.
"Bahkan ketika saya berbicara dengan klub Italia pada saat itu, dia memanggil saya di hotel setelah itu dan dia berkata, 'Costa, tinggal lah bersama kita, kita akan memenangkan liga dan Liga Champions. Kemudian, Anda bisa pergi ke Inggris atau Italia.’
"Dia selalu berbicara denganmu seperti itu. Dan Anda mempercayainya dan itu membuatmu lebih percaya diri. Jadi, kami pergi menjalani pertandingan dengan kepercayaan lebih dari yang biasanya kami miliki."
Keyakinan itu tumbuh setelah hasil imbang 1-1 di Old Trafford yang membuat Porto maju ke perempat-final dengan agregat 3-2.
"Ketika saya memikirkan pertandingan itu, saya hanya mengingat beberapa menit terakhir karena itu terasa sangat lama,” aku Jankauskas.
"Kami tahu Man United kuat di akhir pertandingan, selalu mencetak gol di masa injury time dan mereka berusaha keras. Tetapi kami tetap kuat, berhasil tidak kebobolan dan lolos ke babak berikutnya.
"Kami tahu, setelah mengalahkan United, kami bisa mengalahkan siapa pun. Pada titik itulah semua orang yakin kami akan mencapai final."
Dan mereka melakukannya, menyingkirkan Lyon dan Deportivo La Coruna sebelum menumbangkan AS Monaco 3-0 di partai penentu turnamen untuk mengklaim Piala Eropa kedua mereka.
Mourinho mengakui malam itu di Gelsenkirchen bahwa ia akan pindah ke Inggris, di mana ia akan memecahkan banyak rekor dengan tim Chelsea yang tangguh.
Tentu saja, itu akan sangat berbeda seandainya Costinha tidak mendorong Mourinho untuk dilirik Roman Abramovich dengan golnya yang menentukan di Manchester.
Sebelumnya, miliarder Rusia itu pernah mempertimbangkan untuk mempekerjakan Sven Goran Eriksson untuk menggantikan Claudio Ranieri sebagai manajer ketika Mourinho tiba-tiba muncul sebagai pelatih muda yang paling menarik di Eropa.
"Tidak diragukan lagi, itu adalah momen yang mengubah hidup dalam kariernya," kata Jankauskas. "Saya tidak tahu apakah dia akan berakhir di sana [Chelsea] tanpa memenangkan gelar Liga Champions itu.
"Pada saat itu, dia hanya seorang manajer muda di sebuah klub yang tidak dikenal secara luas. Kami bahkan bukan favorit di Piala UEFA untuk tahun sebelumnya!
"Tetapi di bawah Mourinho, kami memenangkan setiap gelar Eropa dan itu sebabnya ia menarik perhatian klub-klub besar.
"Dia melakukan itu tidak hanya melalui kesuksesannya di lapangan, tetapi juga melalui interaksinya dengan media dan televisi. Kepribadiannya menjadi sangat menarik bagi klub.”
Itu juga membuatnya disayangi oleh para pemain, yang banyak di antara mereka tetap berhubungan baik dengan Mourinho, termasuk Costinha.
"Ketika dia berada di Real Madrid, dia memberi saya tiket di box office dengan catatan di dalamnya," ungkap mantan pemain internasional Portugal itu.
"Itu adalah gambar dirinya yang sedang berselebrasi menyusuri garis pinggir lapangan di Old Trafford dan dia menulis ‘Anda membuat semua pemain lebih kuat malam itu.'"
Sumber :
https://www.goal.com/id/berita/kami-tak-jalankan-perintah-mourinho-bagaimana-porto-costinha-tim-/1gjgta3n25p2i1tv575s7r7y6k
Sunday, February 9, 2020
Tottenham Ibarat Bermain Catur Tanpa Bidak
Kompas.com -
07/02/2020, 05:00 WIB
Pelatih Jose Mourinho mengibaratkan melatih Tottenham seperti bermain catur tanpa bidak yang lengkap. Pernyataan tersebut merujuk kepada kemenangan 3-2 Tottenham atas Southampton dalam tanding ulang putaran keempat Piala FA. Sebelumnya, Tottenham Hotspur bermain imbang 1-1 di kandang Southampton, 25 Januari lalu.
Tottenham Hotspur berhasil lolos ke putaran kelima Piala FA setelah mengalahkan Southampton 3-2, Rabu (5/2/2020) di Tottenham Stadium.
Pada pertandingan itu, Spurs tak diperkuat beberapa pemain pilar seperti Harry Kane dan Moussa Sissoko yang absen karena cedera. Hasilnya, Tottenham kesulitan untuk menjebol gawang Southampton bahkan di babak pertama.
Beruntung, anak asuh Jose Mourinho ini bisa membalikkan keadaan dan melaju ke putaran kelima piala FA. Jose Mourinho lantas menggambarkan situasi yang dialami Tottenham melawan Southampton seperti bermain catur tanpa memakai bidak-bidak penting.
"Saya harus mengelola permainan catur ini tanpa bidak-bidak. Tanpa raja, tanpa ratu, tanpa benteng," kata Jose Mourinho. “Saya tidak dapat berbicara tentang kemajuan yang ingin dicapai karena tidak memiliki pemain yang saya inginkan," ujar Mourinho seperti dikutip Bolasport.com dari Fox Sports Asia.
Pada pertandingan melawan Southampton, Tottenham Hotspur tanpa diperkuat Harry Kane, Moussa Sissoko, Ben Davies, Giovani Lo Celso, dan Erik Lamela karena cedera. Sedangkan, pemain baru Steve Bergwijn tidak bisa dimainkan.
"Tim membutuhkan pemain untuk maju, secara kolektif, taktis dan dinamis. Kami perlu memiliki pemain, tetapi tidak mendapatkan pemain-pemain itu." kata Mourinho “Kami kehilangan banyak sekali.
Di satu partai, pemain A, B, dan C tidak bisa bermain. Di partai berikutnya, D, E, dan F ganti tak bermain. Ini musim yang sulit," tambah Mourinho. "Ini seperti Anda sedang memakai selimut dan kaki Anda tidak tertutup. Anda kemudian menggeser selimut untuk menutupi kaki, tetapi malah separuh badan Anda tak tertutup.
Itulah kami." "Namun, tim ini memiliki semangat yang luar biasa dan hal itu sesuatu yang saya sukai," ujar Jose Mourinho Mengakhiri
Sumber :
https://www.kompas.com/sport/read/2020/02/07/050000067/jose-mourinho-sebut-tottenham-ibarat-bermain-catur-tanpa-bidak?page=all.
Tottenham Pecundangi Manchester City
03 Feb 2020, 15:33 WIB
Bermain di kandang membuat Tottenham Hotspur tampil beringas, terutama setelah babak kedua. Sepasang gol tuan rumah dicatatkan Steven Bergwijn (63') dan Son Heung-min pada menit ke-71'.
Torehan itu membuat skuat asuhan Jose Mourinho naik peringkat. Son Heung-min dan kawan-kawan kini menghuni peringkat lima klasemen sementara dengan raihan 37 poin.
The Lilywhites mengeser posisi Manchester United ke peringkat tujuh. Sebaliknya, poin Manchester City semakin tertinggal dari Liverpool.
Kini Manchester City memiliki selisih 22 poin dari The Reds yang kukuh di puncak klasemen. Namun, pertandingan bukan hanya soal hasil.
Beberapa kejadian unik di luar lapangan juga menarik untuk dikulik-kulik. Salah satunya adalah ekspresi manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, dalam laga pertemuan kontra Man City.
Berikut tiga aksi tengil Jose Mourinho sepanjang laga tersebut:
1. Tertawa dan Marah-Marah dalam Dua Detik
Dalam cuplikan video pendek yang beredar, Jose Moruinho menunjukkan perubahan ekspresi hanya dalam sekian detik. Ia terlihat gembira saat kiper Higo Lloris mampu menepis tendangan penalti Ilkay Gudongan.
Mourinho, bersama asistennya, terlihat sangat puas dan kembali ke tempat duduknya sambil bertepuk tangan. Namun dua detik kemudian, pelatih asal Portugal itu menyadari bahwa Raheem Sterling pantas diganjar kartu kuning karena diving di kotak penalti Tottenham.
Dengan wajah kesal, Mourinho menghampiri wasit dan menunjukkan protesnya.
2. Santai Tertawakan VAR
Insiden diving Raheem Sterling terus berlanjut dan membuat Jose Mourinho melakukan aksi tengil keduanya. Sambari duduk dan berpangku tangan, Jose menertawakan 'kekonyolan' VAR yang tak menganggap diving Sterling sebuah kesalahan.
Kala asistennya protes, Jose hanya duduk bersilang kaki sembari menunjukkan aksi tengilnya kepada wasit. Sedari dulu, Jose memang dikenal sebagai manajer yang tidak setuju dengan adanya VAR dalam sebuah pertandingan.
Menurutnya, keberadaan VAR tidak membuat wasit selalu benar dalam menentukan keputusan.
3. Lihat Pertandingannya!
Masih terkait kasus diving Raheem Sterling, Jose Murinho menunjukkan aksi tengilya kepada wasit VAR. Manajer berusia 54 tahun itu menyuruh wasit lebih memperhatikan pertandingan yang disuguhkan di lapangan ketimbang hanya VAR.
Aksi tengil itu juga menjadi bahan perbincangan di media sosial. Menurut fans, gaya protes Jose Mourinho yang sedikit kasar adalah ciri khas yang membuatnya tampak semakin memesona di mata penggemar.
Sumber :
https://www.liputan6.com/bola/read/4170151/3-aksi-tengil-jose-mourinho-saat-tottenham-pecundangi-manchester-city
Monday, November 25, 2019
Kemenanan Tandang Pertama setelah 10 Bulan
Tottenham meraih kemenangan tandang pertama di Liga Primer Inggris sejak Januari 2019.
Jose Mourinho langsung memberikan efek positif kepada Tottenham Hotspur, dengan memutus rekor negatif klub barunya tersebut yang sudah berjalan selama sepuluh bulan.
Sebelum kedatangan Mourinho, skuat asuhan Mauricio Pochettino mengalami krisis besar saat menjalani laga tandang. Harry Kane dan kawan-kawan tidak pernah mencuri poin penuh di markas lawan pada pertandingan Liga Primer Inggris sejak Januari lalu dengan kemenangan tandang terakhir didapat saat menaklukkan Fulham dengan skor 2-1.
Selain itu, Spurs juga gagal meraih hasil maksimal dalam lima pertandingan EPL terakhir, dengan menelan dua kekalahan dan tiga hasil imbang. Rentetan hasil yang menjadi salah satu faktor utama lengsernya Pochettino.
Penunjukkan Mourinho setidaknya memberi sinyal awal yang positif, eks manajer Chelsea tersebut sukses mematahkan catatan-catatan buruk di atas dengan membawa Spurs mempermalukan West Ham United dengan skor 3-2.
Bagaimanapun juga, pertandingan tersebut nyaris lepas dari genggaman, karena setelah sempat unggul tiga gol melalui Son Heung-Min, Lucas Moura dan Harry Kane, The Hammers bangkit memperkecil skor melalui Michail Antonio dan Angelo Ogbonna, beruntung tuan rumah gagal mencetak gol ketiga sehingga Mou bisa tersenyum lebar di akhir laga.
Sumber :
https://www.goal.com/id/berita/debut-jose-mourinho-langsung-putus-rekor-negatif-tottenham/sp1fk7hxorki1ua8w44s1ay73
Related Posts
-
Pernyataan Xabi Alonso terhadap Jose Mourinho menjelang pertandingan Barcelona dan Manchester United. How does Mourinho influence your...
-
Kalahkan Arsenal, Mourinho Beberkan Rahasia Ampuh Manchester United Manchester United mampu menang 3-1 dari Arsenal di Liga Primer Inggris...
-
Mourinho Olok-olok MU, City, dan Arsenal lewat Pidato Kocak Manajer Chelsea, Jose Mourinho, punya cara yang unik untuk menyerang tim-tim r...
-
Jose Mourinho ke AS Roma, Langsung Jadi Pelatih Termahal di Liga Italia, tapi Gajinya Dibayar Patungan 5 Mei 2021 Jose Mourinho akan langsun...
-
Taktik Brilian Mou Saat Inter Hentikan Barcelona di Liga Champions 2010 15 April 2021, 10:30 "Jose Mourinho tak diragukan lagi merupaka...






