Pages

Sunday, September 20, 2020

Jose Mourinho: Kami Terlalu Bagus



Tottenham Hotspur menang telak atas Southampton di lanjutan Liga Inggris pekan kedua, dengan skor 5-2. Manajer Spurs, Jose Mourinho berkelakar.

Southampton vs Tottenham Hotspur berlangsung pada Minggu (20/9/2020) pukul 18.00 WIB. Spurs sempat kewalahan.

Danny Ings mampu membawa Southampton memimpin di menit ke-32. Spurs lantas memberondol gawang Southampton dengan empat gol Son Heung-min di menit 45+2', 47', 64', dan 73'.

Harry Kane menutup pesta gol di menit ke-82. The Saints dapat gol hiburan lewat penalti Danny Ings di penghujung laga. Cuplikan pertandingannya dapat disaksikan lewat link ini.

Manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho mengaku timnya tak memulai dengan start yang bagus. Spurs kewalahan di babak pertama.

"Kami tidak bermain cukup bagus di babak pertama dan kalah duel di lini tengah," katanya seperti dilansir dari BBC Sport.

"Kami ceroboh dan kehilangan kendali. Tapi, gol penyeimbang membuat kami menguasai pertandingan," lanjutnya.

Jose Mourinho pun memuji penampilan anak asuhnya, khususnya Harry Kane dan Son Heung-min. Kane memberi empat assist kepada seluruh empat gol Son!

"Harry Kane membunuh Southampton di babak kedua. Dia menjadi penyeimbang, menjadi jembatan, dan memberi ruang untuk Son Heung-min," paparnya.

"Di babak kedua, kami terlalu bagus untuk mereka," kelakar pria asal Portugal itu.

Hasil pertandingan tersebut membawa Tottenham Hotspur menempati peringkat kelima klasemen Liga Inggris sementara. Southampton terbenam di peringkat 19.


Sumber :

https://sport.detik.com/sepakbola/liga-inggris/d-5181031/jose-mourinho-kami-terlalu-bagus

Mourinho Nyerobot Wawancara Son, Sebut Harry Kane Man of the Match


Jose Mourinho tengil banget. Mourinho menyela wawancara Son Heung-min lalu bilang, Harry Kane adalah man of the match dalam pesta gol lawan Southampton.

Tottenham Hotspur menggulung Southampton 5-2 di St. Mary's, Minggu (20/9/2020) untuk meraih kemenangan pertamanya di Liga Inggris musim ini. Son tampil bersinar setelah mencetak empat gol untuk Spurs, sedangkan satu gol lain disumbangkan Kane.

Bintang sepakbola Korea Selatan itu lantas terpilih sebagai man of the match resmi pertandingan. Namun, Kane juga layak mendapatkan aplaus besar karena mengkreasikan seluruh gol Son Heung-min.

Usai pertandingan, Son melakoni pertandingan wawancara dengan BBC Sport. Son belum sempat menjawab saat ditanya tentang quatrick-nya, Mourinho berdiri di samping dia lantas menginterupsi sesi wawancara itu.

"Man of the Match - Harry Kane," kata Mourinho yang direspons Son dengan cengiran.

Entah Mourinho serius atau bercanda, hal yang jelas adalah Son Heung-min tampak santai menanggapi tingkah bosnya itu.

"Ya, aku akan bilang begitu juga," kata penyerang berusia 27 tahun itu dilansir TalkSPORT. "Aku akan bilang Harry adalah man of the match-nya karena dia mencetak satu gol dan memberikan empat assist."

"Dengan Harry kami sudah bekerja sama sangat lama, ini adalah musim keenam. Kami sudah tahu sama tahu, kami ingin memiliki hubungan yang baik di atas lapangan bahkan di luar lapangan."

"Kupikir kami bekerja sangat, sangat keras untuk memiliki hubungan yang lebih baik, bahkan lebih baik daripada sekarang. Jadi sudah jelas kalau itu memang tidak sempurna, tapi kami akan memiliki hubungan yang sempurna," imbuh Son Heung-min mengenai kerja samanya dengan Harry Kane.


Sumber :

https://sport.detik.com/sepakbola/liga-inggris/d-5181530/mourinho-nyerobot-wawancara-son-sebut-harry-kane-man-of-the-match?

Thursday, August 27, 2020

Jose Mourinho Belajar Bahasa Korea

Demi Son Heung-min, Jose Mourinho Siap Mempelajari Bahasa Korea

Kamis, 27 Agustus 2020


Pelatih Tottenham Hostpurs, Jose Mourinho, mengakui mulai belajar bahasa Korea untuk meningkatkan komunikasinya dengan Son Heung-min. Sebagai seorang yang telah melatih di berbagai negara, Jose Mouringo tentu sudah menguasai banyak bahasa.

Seperti dilansir BolaSport.com dari Daily Mail, saat ini Jose Mourinho mampu berbicara menggunakan enam bahasa yakni Portugis, Spanyol, Catalan, Inggris, Prancis, dan Italia. Akan tetapi, menguasai enam bahasa saja tampaknya masih kurang bagi Jose Mourinho.

Oleh karenanya, pelatih asal Portugal itu pun mempelajari bahasa baru, Korea. Bahasa Korea dipilih Mourinho karena dia ingin meningkatkan kualitas komunikasinya dengan salah satu pemain yang ia asuh saat ini, Son Heung-min.

Namun, Mourinho melakukan itu bukan semata-mata agar bisa ngobrol asik dengan Son menggunakan bahasa Korea saja.

Saat berbicara pada peluncuran dokumenter 'Tottenham Hotspur: All or Nothing', Mourinho mengatakan bahwa penting baginya memahami budaya yang berbeda di klub dan bersedia untuk memasukkan dirinya ke berbagai bahasa.

Itulah mengapa Mourinho bersedia belajar bahasa yang sama sekali belum ia kuasai.

"Komunikasi sangat penting ketika saya bersama grup. Saya harus menggunakan bahasa asli yang dipahami semua orang," tutur Mourinho.

"Ini adalah upaya menghormati budaya klub dengan berbicara menggunakan bahasa individu di dalamnya."

"Dalam serial itu, kami menggunakan bahasa Portugis saat bersama staf pelatih, meski kami juga memiliki orang Inggris di sana, Ledley King."

"Dengan para pemain, saya beralih ke bahasa mereka - itulah mengapa saya belajar bahasa Korea," kata Mourinho menambahkan.

Son memang menjadi salah satu pemain andalan Mourinho sejak menukangi Tottenham Hotspur. Di bawah arahan Mourinho, Son telah mencetak 12 gol di berbagai ajang kompetitif.


Sumber :
https://www.bolasport.com/read/312308804/demi-son-heung-min-jose-mourinho-siap-mempelajari-bahasa-korea?page=all

Wednesday, August 26, 2020

Saran Sir Alex Ferguson untuk Jose Mourinho

Jose Mourinho Ungkap Satu-satunya Saran Sir Alex Ferguson untuknya

Rabu, 26 Agustus 2020


Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, mengungkap Sir Alex Ferguson pernah memberikan satu saran kepadanya saat dia menjadi pelatih Manchester United.

Jose Mourinho ditunjuk menjadi juru taktik Manchester United pada 2016 untuk menggantikan Louis van Gaal yang dipecat. Namun, nasib Jose Mourinho pun pada akhirnya tak berbeda dengan Louis van Gaal setelah dia didepak karena dianggap tak bisa memenuhi ekspektasi klub.

Selama dua setengah tahun menjadi pelatih Setan Merah, Jose Mourinho mengungkapkan bahwa dia pernah mendapatkan saran dari pelatih legendaris klub tersebut, Sir Alex Ferguson. Saran itu menjadi satu-satunya yang pernah diberikan Sir Alex Ferguson pada Jose Mourinho.

Menurut Mourinho, Ferguson menyarankannya untuk mendatangkan Dele Alli ke Old Trafford. Pengakuan tersebut disampaikan Mourinho dalam pertemuan dengan bos Spurs, Daniel Levy, yang ditayangkan dalam serial dokumenter All or Nothing: Tottenham Hotspur.

"Sir Alex Ferguson memberi saya sedikit nasihat dalam dua setengah tahun: Belilah Dele Alli," kata Mourinho seperti dikutip BolaSport.com dari Sky Sports.

"Ferguson bilang, 'Orang itu, dengan mentalitas seperti itu, cara dia bermain, agresi yang ada dalam pikirannya, adalah pemain Manchester United. Belilah Dele Alli!'"

"Dia (Ferguson) punya mata yang jeli dalam mengincar pemain. Tapi Alli bukan pemain yang bisa berlatih dengan baik, kami perlu menemukan motivasi untuk pria itu," tuturnya.

Saat itu, Mourinho memilih tak mengikuti saran yang diberikan Ferguson. Alih-alih memboyong Alli dari Spurs, pelatih asal Portugal ini memilih merekrut Paul Pogba dari Juventus.

Meski begitu, Alli pada akhirnya tetap jadi anak asuh Mourinho setelah sang juru taktik mengambil alih tugas Mauricio Pochettino di Spurs pada 2019. Mourinho sendiri mendapatkan kesan buruk ketika pertama kali menangani pemain berusia 24 tahun itu.

"Saya sudah memberi tahu Dele secara langsung bahwa dia tidak berlatih dengan baik," ujar Mourinho.

"Dia sangat malas. Saya bilang kepadanya bahwa saya akan menyusahkannya, dan dia beruntung karena ketika saya menyebalkan, itu hal yang baik."

Mou juga mempertanyakan gaya hidup Alli yang senang pesta dan hubungannya pada penurunan performa pemain tersebut.

"Saya bilang, 'saya tidak tahu apakah itu harus menjadi gaya hidup Anda. Apakah Anda ingin menjadi seorang profesional atau party boy. Hanya Anda yang tahu itu. Waktu berlalu dan suatu hari Anda akan menyesal jika Anda tidak mencapai apa yang dapat Anda raih'," ucap Mou.

Alli adalah salah satu prospek paling cerah setelah didatangkan dari MK Dons pada 2015. Dia mencetak 18 gol dan 9 assist pada Liga Inggris musim 2016-2017. Namun, cedera membuatnya hanya tampil pada 25 laga Liga Inggris dua musim terakhir.

Kontribusi gol dan assist Alli pun jumlahnya menurun. Pemain berpaspor Inggris ini mengakhiri musim Liga Inggris 2019-20 dengan koleksi delapan gol dan empat assist, dan mengantar Spurs finis di urutan keenam.


Sumber :
https://www.bolasport.com/read/312307547/jose-mourinho-ungkap-satu-satunya-saran-sir-alex-ferguson-untuknya?page=all

Tuesday, August 18, 2020

Joe Hart jadi Pemain Anyar Tottenham Hotspur,

Kariernya Diselamatkan Tottenham Hotspur, Joe Hart Ucapkan Terima Kasih


Joe Hart mengucapkan terima kasih kepada Tottenham Hotspur usai kariernya diselamatkan dan direkrut menjadi pemain baru. Tottenham Hotspur mengumumkan perekrutan eks kiper Manchester City, Joe Hart, melalui akun Twitter resmi mereka pada Selasa (18/8/2020).

Joe Hart direkrut oleh Spurs dengan status bebas transfer usai kontraknya tak diperpanjang lagi oleh Burnley. Hart akan berseragam The Lilywhites hingga pengujung musim 2021-2022 atau selama dua musim.

Mantan kiper timnas Inggris itu menjadi rekrutan kedua Spurs pada bursa transfer musim panas ini. Sebelumnya, Spurs telah mendatangkan gelandang Southampton, Pierre-Emile Hojbjerg. Hart memang mengalami masa-masa sulit setelah Pep Guardiola mengambil alih kursi kepelatihan Manchester City pada 2016.

Tanpa diduga, Hart dipinjamkan Manchester City ke Torino dan West Ham United usai Guardiola menjadi pelatih. Hart pun harus merelakan posisi utamanya di Manchester City menjadi milik Ederson Moraes.

Tak berhenti di situ, karier Hart semakin tenggelam saat bergabung dengan Burnley. Alih-alih mendapatkan menit bermain yang banyak, Hart justru tak diturunkan sama sekali di Liga Inggris 2019-2020.

Burnley lebih memilih Nick Pope yang tampil luar biasa sebagai penjaga gawang utama mereka. Oleh karena itu, saat direkrut oleh Jose Mourinho untuk menjadi bagian dari skuad Tottenham Hotspur, Hart merasa sangat berterima kasih.

Kiper 33 tahun itu pun menyampaikan rasa terima kasihnya melalui video yang diunggah di akun Twitter resmi milik Spurs.

"Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada klub karena melihat sesuatu dalam diri saya," ujar Hart seperti dilansir BolaSport.com dari Sportskeeda.

"Tidak bisa lepas darinya, ini adalah beberapa tahun yang sulit bagi saya secara pribadi di lapangan sepak bola, tetapi saya merasa masih punya banyak hal untuk diberikan."

"Saya merasa memiliki kualitas, tetapi tidak mendapatkan banyak waktu bermain akhir-akhir ini."

"(Beberapa tahun terakhir) merupakan sebuah proses, sesuatu yang tentunya tidak perlu saya biasakan karena saya tidak ingin pernah terbiasa dengannya."

"Tetapi, saya telah menjalaninya. Saya telah bekerja keras, mempertahankan standar yang sama yang saya pertahankan sepanjang karier, langsung dari Shrewsbury Town."

"Saya telah mencoba untuk tumbuh sebagai pribadi, mencoba untuk tumbuh sebagai pemain, mencoba menggunakan waktu saya, dan mencoba untuk melihatnya secara berbeda."

"Jika tidak bermain di lapangan, apa yang bisa saya keluarkan dari diri saya sendiri di luar lapangan?"

"Saya masih merasa seperti pemain yang sama persis dan saya masih merasa memiliki lebih banyak untuk diberikan."

"Saya hanya dapat melihat hal-hal secara positif. Saya siap untuk bermain."

"Saya merasa seperti memulai lagi dan saya cukup menikmati perasaan itu. Tubuh saya sudah pasti siap untuk memulai lagi," kata Hart melanjutkan.

Mulai musim depan, Hart akan bersaing dengan dua kiper Spurs lainnya, yakni Hugo Lloris dan Paulo Gazzaniga.


Sumber :
https://www.bolasport.com/read/312296505/kariernya-diselamatkan-tottenham-hotspur-joe-hart-ucapkan-terima-kasih?page=all

Tuesday, July 14, 2020

Taktik Mourinho Lebih Jelimet dari Pochettino

Bek Tottenham Ungkap Taktik Mourinho Lebih Jelimet dari Pochettino

Sudah hampir delapan bulan Jose Mourinho melatih Tottenham Hotspur. Ia menggantikan manajer asal Argentina, Mauricio Pochettino, yang performanya dianggap buruk setelah cuma membawa Spurs menang tiga kali dari 12 laga di Premier League. 

Dalam kurun waktu tersebut, Mourinho telah memimpin 23 pertandingan, memenangkan 11 gim, seri lima kali, dan kalah tujuh kali. Hasil itu tidak oke-oke amat, memang, tapi tidak bisa dibilang buruk juga.  

Yang terakhir, Mourinho berhasil membawa Tottenham mengalahkan Arsenal 2-1. Selepas laga, Mourinho bahkan sesumbar kalau ia bisa membawa Tottenham ke empat besar Liga Inggris seandainya ia melatih sejak awal musim.  

Di balik hasil yang belum konsisten, pemain Tottenham merasakan optimisme dan pendekatan latihan baru di bawah Mourinho dibandingkan era Pochettino dulu.  

Ben Davies, bek kiri Spurs, bahkan mengungkap bahwa pelatih asal Portugal itu lebih taktis dan spesifik ketimbang pendahulunya.  

"Di bawah Poch (panggilan Pochettino), kami punya gaya bermain yang berbeda, yang kurang lebih adalah pressing tinggi dengan intensitas yang tinggi," ujar Davies kepada Talksport, Selasa (14/7).  

"Sekarang kupikir kami lebih taktis, kami lebih waspada dan sadar terhadap kualitas dan taktik tim yang akan kami hadapi," kata pemain yang telah tampil 19 kali di semua kompetisi musim ini.  

"Jadi, kami punya satu rencana pertandingan dan pendekatan yang berbeda setiap pertandingannya." 

Davies percaya bahwa Mourinho adalah orang yang tepat untuk masa depan Tottenham Hotspur. Dia berkata, pemain-pemain percaya bahwa Mourinho punya kemampuan yang dibutuhkan untuk membawa Spurs menjadi klub top.  

"Dia telah memenangkan segalanya. Jadi kami, para pemain, cuma harus percaya padanya dan hasilnya akan mengikuti.  

“Kami tahu hasilnya musim ini belum seperti yang kami inginkan. Kami kurang konsisten dan musim ini sempat terhenti (karena pandemi) tapi itu bukanlah alasan," kata bek asal Wales itu.  

"Aku yakin di jeda musim panas nanti akan ada lebih banyak pekerjaan, kami akan bersiap buat musim selanjutnya dan tahun depan ceritanya akan berbeda," tutup Davies. 


Sumber :

https://kumparan.com/kumparanbola/bek-tottenham-ungkap-taktik-mourinho-lebih-jelimet-dari-pochettino-1tnquoGWJWw/full

15 Posisi di Sepakbola

Mengenal 15 Posisi di Sepakbola: Contoh Nama Pemain, Nomor, dan Tugasnya


Analisis | 08 July 2020, 15:45

Sebagai salah satu kompetisi terbesar di Eropa, Bundesliga tak pernah absen dalam menghasilkan banyak pemain hebat, baik pemain lokal Jerman seperti Mesut ozil dan Mats Hummels ataupun pemain asing seperti, Hasan Salihamidzic dan Franck Ribery.

Memasuki era industri 4.0, Bundesliga kian kompetitif dengan berbagai pemain yang memiliki kualitas hebat di posisinya masing-masing. Baru-baru ini, situs resmi Bundesliga memaparkan artikel pengetahuan tentang 11 posisi pemain di lapangan sepakbola. Posisi itu bisa berkembang menjadi 15 jenis. Berikut di antaranya:

Posisi: Penjaga gawang
   - Posisi paling defensif dalam sepakbola
   - Pekerjaan utama adalah menghentikan lawan mencetak gol
   - Juga mengatur pertahanan dan membangun permainan dari belakang
   - Mengenakan sarung tangan, dan jersey berwarna berbeda dari rekan setim
   - Satu-satunya pemain yang dapat menggunakan tangan mereka di kotak penalti (kecuali saat menerima lemparan ke dalam!)

Contoh: Manuel Neuer

Dapat dikatakan, mantan kiper Schalke ini tidak hanya diakui hebat di Bundesliga, tetapi juga di dunia. Neuer yang kini menjadi kapten untuk Tim Bavaria tidak hanya bisa bermain sebagai kiper, tetapi bisa juga bermain sebagai sweeper.

Raihan gelar yang ia dapat pun sudah banyak, mulai dari raihan individu, klub hingga timnas Jerman. Neuer mendapatkan FIFA World Cup Golden Glove pada tahun 2014 serta dinobatkan sebaai kiper terbaik Eropa sebanyak 4 kali. Di level klub, pria 33 tahun itu berhasil membawa Die Roten meraih tujuh gelar Liga, empat Piala DFB dan  satu Liga Champions. Sementara di level tim Pantzer Jerman, dirinya meraih gelar Piala Dunia 2014.


Posisi: Bek sayap (full back)
   - Membangun garis sejajar di pertahanan
   - Mengawal pemain sayap lawan
   - Memberikan dukungan untuk gelandang yang bermain melebar di depan mereka
   - Dapat overlap dan mengirim umpan silang ke kotak penalti lawan
   - Sering mengambil lemparan ke dalam
   - Tugas utamanya bertahan.

Contoh: Benjamin Pavard

Memulai karirnya sebagai bek tengah bersama Lille yang kemudian membawanya ke Jerman dengan bergabung bersama VfB Stuttgart pada tahun 2016, Pavard memiliki kemampuan dalam bertahan yang sangat bagus, bisa membaca permainan dan yang paling penting, bisa membantu penyerang dan masa transisi di saat yang bersamaan.

Di usianya yang baru 24 tahun, Pavard memiliki prospek yang cerah untuk mengklaim dirinya sebagai bek sayap terbaik di dunia. Bersama timnas Ayam Jantan, Pavard berhasil membawa pulang Piala Dunia 2018 ke Prancis usai menumbangkan Kroasia di final. Golnya saat bertemu Argentina di babak 16 besar dinobatkan sebagai gol terbaik turnamen paling prestisius tersebut.


Posisi: Wing-back
    - Variasi modern dari full-back
    - Bisa overlap dan mengirim umpan silang ke kotak penalti.
    - Mengawal pemain sayap lawan saat dibutuhkan
    - Diharapkan tetap pada garis mereka
    - Salah satu posisi yang paling menuntut secara fisik
    - Dituntut kuat menyerang dan bertahan. Sering dipakai pada formasi 3-5-2

Contoh: Joshua Kimmich

Mendapatkan pujian dari legenda Bayern, Philipp Lahm, nampaknya bukanlah hal yang berlebihan, mengingat di musim ini, Kimmich semakin matang secara permainan. Pemain berusia 25 tahun tersebut bisa ditempatkan dalam berbagai posisi bertahan. Hanya dengan tinggi badan 1,76 meter, dirinya pernah dipasang sebagai bek tengah oleh Pep Guardiola ketika krisis pemain dan itu berhasil.

Di musim 19/20, Kimmich membuat rekor dengan 3.369 sentuhan di liga dan menyelesaikan 91 persen umpannya - lebih banyak dari bek sayap lainnya - dan 13 assist-nya lebih baik daripada Jadon Sancho.


Posisi: Bek tengah (stopper)
    - Menutup pergerakan penyerang lawan
    - Dapat menggunakan strategi zona atau man marking
    - Membawa bola keluar dari belakang
    - Seringkali tinggi dan kuat secara fisik
    - Keberanian dan kemampuan heading untuk digunakan di kedua kotak

Contoh: Niklas Sule

Sule direpresentasikan sebagai bek tengah modern masa kini dengan badan yang terbilang cukup tinggi, dirinya hebat dalam duel udara serta memiliki akurasi passing di atas rata-rata pemain belakang Bundesliga.

Bersama timnas Jerman, Joachim Loew telah mempercayakan posisi belakang kepada pemain berusia 24 tahun tersebut bersama dengan Jonathan Tah dan Matthias Ginter. Bek tengah prototipe Bayern itu bisa membuat permainan menjadi lebih baik ketika dirinya diturunkan sebagai stater.


Posisi: Bek tengah (sweeper)
    Jaring pengaman untuk stopper di sebelahnya
    Selalu berusaha untuk menutupi celah saat pertahanan dibongkar
    Kurang peduli dengan man marking manusia
    Membaca game dari posisi terbaik
    Bergabung dengan build up lini tengah saat menguasai bola

Contoh: Makoto Hasebe

Usianya memang sudah tak muda lagi, namun mantan kapten timnas Jepang ini memiliki segudang pengalaman di persepakbolaan Jerman serta kecepatan kakinya dalam menyapu bola masih sama bagusnya ketika membawa Woflsburg menjurai Bundesliga pada musim 2008/09.

Naiknya nama Luka Jovic, Sebastien Haller dan Ante Rebic, tidak lepas dari peranan mantan pemain Urawa Red Diamonds itu di lini belakang bersama David Abraham dan Evan N 'Dicka. Musim lalu, The Eagles berhasil menembus babak semifinal Liga Eropa.


Posisi: Bek tengah (quarter back)
    Posisi defensif sentral yang sama dengan stopper
    Lebih sering digunakan untuk formasi tiga pemain belakang.
    Menguasai bola sama pentingnya dengan memenangkannya kembali
    Wajib memiliki percaya diri tinggi
    Wajib pintar mengirim umpan panjang dan akurat

Contoh: Mats Hummels

Menjadi pemain yang pernah berseragam Bayern Muenchen dan Dortmund, Hummels terbukti mampu bermain konsisten sebagai Stopper dan penyapu sekaligus.  Kembalinya Hummels ke Signal Iduna Park musim ini, membuktikan dirinya masih yang terbaik dalam menjadi pertahanan Die Schwarzgelben selama 20 tahun terakhir.

Dalam perjalanan karirnya, Hummels sukses merengkuh 5 Bundelisga, 2 DFB Pokkal serta 1 Piala Dunia, membawanya sejajar sebagai salah satu bek terbaik Jerman bersama dengan Lothar Matthaus dan Franz Beckenbauer.


Posisi: Gelandang bertahan (ball winner)
    Berada di depan pertahanan
    Memenangkan bola kembali dengan tekel dan intersep
    Menutup ruang yang ditinggal rekan setim saat mereka maju
    Menganggu penyerang lawan
    Secara fisik bugar dan ulet

Contoh: Thomas Delaney

Didatangkan oleh Dortmund pada musim panas lalu, pemain Denmark itu menambah kekuatan lini tengah Die Borussen bersama tandemnya, Axel Witsel. Dengan kecepatan berlari yang mencapai 21 mil per jam serta mampu melalukan teckel sempurna, membuatnya bisa memenangkan bola rata-rata 10 kali per game.

Catatan  41 pelanggarannya membuktikan dirinya cukup tangguh dan layak sebagai gelandang bertahan. Namun, pemain berusia 28 tahun tersebut tak memiliki catatan mendapat kartu merah. Dimusim lalu dirinya hanya  mendapatkan  tujuh kartu kuning.


Posisi: Gelandang bertahan (deep lying playmaker)
    Berposisi di depan pertahanan
    Playmaker kreatif
    Mendistribusikan bola ke rekan tim, dekat dan jauh
    Menyetel tempo tim
    Mampu melakukan tekel, meskipun tugas sekunder

Contoh: Thiago Alcantara

Pemain timnas Spanyol yang kini menjadi maestro lapangan tengah Die Bayern usai ditinggal oleh Bastian Schweinsteiger.

Gelandang jebolan La Masia itu mencatatakan 2.916 sentuhan bola pada musim 2018/19, dan memiliki akurasi passing yang menembus 93 persen, Thiago hampir tak tergeser di posisinya sebagai gelandang playmaker.


Posisi: gelandang box to box
    Berada di tengah lapangan
    Sama-sama mahir menyerang dan bertahan
    Mempertahankan penguasaan bola
    Mundur untuk bertahan dan memblokir tembakan
    Masuk ke kotak lawan dan mencoba mencetak gol

Contoh: Weston McKennie

Pemain yang lahir di Washington, Amerika Serikat itu adalah salah satu talenta yang menjanjikan di Bundesliga. Tidak ada gelandang yang bisa memenangkan lebih dari 101 sundulan selain McKennie musim lalu.

Bahkan dirinya juga beberapa kali dipasang dalam berbagai posisi yang berbeda, mulai dari bek sayap kanan,  bek tengah dan sekali berada di depan. Hal itu tak lepas dari kebutuhan FC Schalke dalam penerapan taktiknya.

"Saya akan bermain sebagai kiper jika Schalke menyuruh saya," demikian kata McKennie.


Posisi: Wide midfielder (Gelandang melebar)
    Memberikan lebar di lini tengah
    Memberikan perlindungan defensif full-back
    Menarik posisi rapat pertahanan lawan.
    Dapat mengirim umpan silang dari posisi lebih dalam dibanding sayap
    Menggabungkan kecepatan dan stamina

Contoh: Filip Kostic

Setelah mengalami dua degradasi bersama Stuttgart dan kemudian Hamburg, pemain Serbia itu bertranformasi menjadi salah satu gelandang yang patut diperhitungkan di Bundesliga bersama Frankfurt. Selama berseragam Frankfurt, Kostic berhasil menyumbangkan lebih dari 20 asisst serta membawa The Egales ke semifinal Liga Eropa musim lalu.

Dalam formasi 3-4-1-2 di Frankfurt, Kostic biasanya ditaruh sebagai left wing back, tapi kerap kali menjadi wide midfielder dalam penerapannya.  396 duel yang dimenangkannya musim lalu adalah nilai terbaik kelima di Bundesliga dengan nilai tujuh per pertandingan.


Posisi: Gelandang serang
    Mendikte permainan dari belakang striker
    Menciptakan peluang mencetak gol bagi penyerang
    Teknik dan kreativitas sangat penting
    Kemampuan menembak dari jarak jauh merupakan keunggulan
    Secara historis dikaitkan dengan jersey No 10

Contoh: Marco Reus

Pemain yang setia bersama Dortmund ketika Lewandowksi dan Gotze memilih hengkang, Reus memiliki catatan yang fantastis sebagai pemain. Dengan 91 gol serta 85 assist sejak membela Die Borussen pada 2012, Reus layak mendapatkan predikat sebagai gelandang serang terbaik Bundesliga saat ini.


Posisi: Pemain sayap (winger)
   Pemain posisi menyerang paling lebar
   Berani bertarung duel one on one dengan bek sayap
   Memberikan umpan silang ke dalam kotak
   Menyambut umpan silang dari sayap yang berlawanan
   Seringkali pemain tercepat di lapangan

Contoh: Jadon Sancho

Sancho mungkin hanya berusia 19 tahun, tetapi dirinya sudah menjadi pemain sayap yang paling mematikan di zaman modern. Mantan pemain Manchester City itu merasakan musim terbaiknya bersama Dortmund saat ini. Sancho menempatkan namanya dalam daftar pencetak gol terbanyak di posisi ketiga dengan raihan 17 gol dan membawanya ke posisi kedua dengan 16 assist sebagai pemberi umpan terbanyak di bawah Thomas Muller musim ini.


Posisi: False 9
    Posisi di dekat gawang lawan
    Menggantikan striker tradisional dalam kebanyakan formasi
    Turun lebih dalam untuk menarik lawan keluar
    Seringkali seorang gelandang yang diubah posisinya
    Menggiring bola dan menciptakan peluang

Contoh: Mario Gotze

Kendati musim ini Gotze kehilangan sentuhan magisnya, pahlawan Jerman di Piala Dunia 2014 itu tetaplah yang terbaik di posisinya hingga sekarang.

Dalam 11 tahun karirnya sebagai pesepakbola profesional, Gotze telah meraih berbagai macam gelar bergengsi bersama klub maupun timnas Jerman. Namun masalah metabolik mengancam dirinya akan berakhir sebagai bintang muda yang gagal. Di musim ini, Gotze hanya bermain 120 menit dengan 7 gol dan 7 assist, sangat turun bila dibandingkan dengan penampilannya pada awal-awal musim 2010 hingga 2013.


Posisi: Forward
    Dimainkan antara lini tengah dan striker
    Membantu striker dalam mencetak gol
    Sulit dikawal
    Lebih serbabisa daripada target-man
    Visi, keterampilan teknis dan kreativitas

Contoh: Thomas Muller

Pemain Bayern Muenchen ini bisa dikatakan sebagai ahlinya dalam menyerang atau setidaknya sebagai man in front of goal. Dengan penempatan posisi yang baik, insting serta kekuatan fisik yang luar bisa, Muller bertahun-tahun selalu menjadi pilihan utama Die Roten, bahkan di timnas Jerman hingga membawa Piala Dunia 2014 kembali ke tanah Jerman.

Hingga sekarang tidak ada pemain Jerman yang bisa mengemas 10 gol di dua Piala Dunia dengan 110 gol dan 124 assist di Bundesliga selama massa aktif bermainnya.


Posisi: Striker
    Pemain terdekat ke gawang lawan
    Bertanggung jawab untuk mencetak gol
    Tahan bola sampai rekan tim bisa bergabung dengan serangan
    Duel dengan bek lawan
    Fisik yang kuat

Contoh: Robert Lewandowski

Bakatnya dipoles oleh Jurgen Klopp di Dortmund, mungkin itu adalah sesuatu yang tak akan pernah dilupakan oleh Lewandowksi hingga pensiun.

Dengan 162 gol dalam 190 penampilannya untuk Bayern, Lewandoswki membuktikan dirinya adalah sebagai salah satu striker paling mematikan di dunia saat ini. Bahkan raihan 34 golnya musim ini nyaris memecahkan rekor gol milik Gerd Muller. Lewandowski mampu mencetak gol dalam berbagai fungsi tubuhnya, yakni 28 persen adalah header, 15 persen kaki kiri, 57 persen kaki kanan.


Sumber :
https://www.libero.id/detail/1888/mengenal-15-posisi-di-sepakbola-contoh-nama-pemain-nomor-dan-tugasnya.html?

Related Posts