Pages

Thursday, May 26, 2022

AS Roma Juara UEFA Conference League

AS Roma Juara, Mourinho Cetak Rekor Kinclong

Kamis, 26 Mei 2022 04:46 WIB

Jose Mourinho meraih trofi kelima di ajang antarklub Eropa. Keberhasilan AS Roma menjadi juara UEFA Conference League mengantarkan Jose Mourinho mencatatkan rekor mentereng di Eropa. AS Roma merayakan kesuksesan meraih gelar di Eropa untuk kali pertama setelah mengalahkan Feyenoord pada laga puncak UEFA Conference League, Kamis (26/5) dini hari WIB.

Sebuah gol Nicolo Zaniolo pada pertengahan babak pertama menjadi pembeda Roma dengan Feyenoord. Di sepanjang pertandingan, Roma tampil layaknya kesebelasan yang dilatih Mourinho. Il Lupi menunggu lawan, bermain bertahan dengan disiplin, dan merespons dengan serangan efektif.

Berbeda dengan Roma yang baru sekali tampil sebagai juara di pentas Eropa, Mourinho untuk kali kelima naik ke podium juara dalam ajang antarklub di Benua Biru. Mourinho pun mencatatkan kemenangan 100 persen di laga lima laga final dalam pentas kejuaraan UEFA.

Pelatih asal Portugal itu kali pertama tampil di partai pemungkas Eropa adalah pada Piala UEFA 2002/2003. Ketika itu Mourinho membawa Porto menjadi juara dengan mengalahkan Celtic 3-2. Setahun berselang nama Mourinho kian berkibar setelah mengantar Porto menjadi juara Liga Champions. Anak asuh Mourinho menang 3-0 atas Monaco.

Kesuksesan Mourinho selanjutnya terjadi pada musim 2009/2010 ketika mempersembahkan gelar Liga Champions untuk Inter Milan.

Mourinho kemudian meraih prestasi puncak di Eropa untuk kali keempat ketika menangani Manchester United. Pada musim 2016/2017, Mourinho membawa Man Utd untuk kali pertama menuai sukses di Liga Europa.

Kegemilangan AS Roma di UEFA Conference League musim ini pun menambah kilau Mourinho sebagai salah satu pelatih kenamaan.


Sumber :

https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20220526041857-142-801336/as-roma-juara-mourinho-cetak-rekor-kinclong.

Tuesday, May 4, 2021

Jose Mourinho ke AS Roma

Jose Mourinho ke AS Roma, Langsung Jadi Pelatih Termahal di Liga Italia, tapi Gajinya Dibayar Patungan

5 Mei 2021

Jose Mourinho akan langsung menjadi pelatih termahal di Liga Italia setelah didatangkan AS Roma mulai musim depan. Selasa (4/5/2021), AS Roma mengonfirmasi kedatangan Jose Mourinho buat memegang kendali kapal mereka per musim depan.

Pelatih beken asal Portugal tersebut setuju meneken surat kerja sama berdurasi tiga tahun dengan I Lupi (Tim Serigala). Mourinho menggantikan posisi kompatriotnya, Paulo Fonseca, yang dibebastugaskan akhir musim ini.

The Special One sendiri tak lama baru kehilangan pekerjaan karena di-PHK Tottenham Hotspur. Mendatangkan figur top sekaliber Mourinho, AS Roma juga harus siap berkorban dalam sektor finansial untuk membayar gaji sang kolektor gelar Liga Champions bersama FC Porto dan Inter Milan.

Lantas, berapa gaji Mourinho di Roma kelak?

Menurut Sky Sport Italia dan Calcio e Finanza, Mou akan mengantongi sekitar 16 juta euro di musim pertamanya bersama Roma. Angka tersebut sesuai dengan upah terakhirnya di Tottenham. Otomatis jumlah itu akan mengalahkan pendapatan pelatih termahal di Liga Italia saat ini, Antonio Conte, yang dibayar Inter Milan 12 juta euro per musim.

Namun, ternyata AS Roma tak akan membayarnya sendiri, melainkan masih patungan dengan Tottenham. Roma disebutkan hanya mengeluarkan biaya 7 juta euro buat menggaji Mourinho. Sesuai perjanjian dalam kontrak dengan Mou, yang seharusnya masih berlaku sampai 2023, Spurs akan menutupi kekurangan jumlah gaji dari pendapatan sebelumnya di klub London itu.

Dengan kata lain, Tottenham masih akan membayar 9 juta (56%) dari total pendapatan bersih 16 juta euro yang masuk kantong Mourinho. Kalau pernyataan Sky Sport tersebut dijadikan acuan, patungan Roma dan Spurs untuk menggaji Mourinho hanya berlaku untuk tahun pertamanya.

Dalam dua tahun selanjutnya, dia akan mengantongi upah 7 juta euro per musim, plus bonus. Di Roma, angka tersebut masih terhitung tinggi mengingat Fonseca saja cuma dibayar 2,5 juta euro per musim.


Sumber :

https://www.bolasport.com/read/312681562/jose-mourinho-ke-as-roma-langsung-jadi-pelatih-termahal-di-liga-italia-tapi-gajinya-dibayar-patungan?page=all

Thursday, April 15, 2021

Taktik Inter Lawan Barcelona di Liga Champions 2010

Taktik Brilian Mou Saat Inter Hentikan Barcelona di Liga Champions 2010

15 April 2021, 10:30


"Jose Mourinho tak diragukan lagi merupakan salah satu juru taktik hebat. Dia punya pikiran yang cemerlang, tajam dan ampuh."

Jose Mourinho tak diragukan lagi merupakan salah satu juru taktik hebat. Dia punya pikiran yang cemerlang, tajam dan ampuh. Meski beberapa kali kerap di olok-olok karena strategi parkir bus, tapi Mou tetaplah laki-laki Portugal dengan sentuhan yang spesial.

Ngomong-ngomong soal taktik dan Mou itu sendiri, kami akan mengajak Anda kembali pada sebuah laga yang digelar satu dekade yang lalu. Kami bakal mengulas taktik yang dipakai Mou dalam laga Inter Milan vs Barcelona.

Mou benar-benar memikirkan taktik jitu dalam persiapan untuk pertandingan semifinal Liga Champions melawan Barcelona pada tahun 2010. Uraian taktis yang mendalam tentang bagaimana ia mengatur Inter Milan adalah sesuatu yang menarik untuk dibahas.

Meskipun Barcelona memimpin lebih awal melalui Pedro, raksasa Italia itu lantas bangkit dari ketinggalan untuk akhirnya menang 3-1 di San Siro berkat gol-gol dari Wesley Sneijder, Maicon dan Diego Milito - yang kemudian mencetak dua gol melawan Bayern Munich di final.

Di tahun itu, Mou sukses membawa Inter Milan merajai Eropa, tetapi bagi banyak orang, hal itu menyisakan pertanyaan: Jadi bagaimana Mourinho bisa mengalahkan Pep Guardiola pada malam itu?

Belum lama ini, 'The Special One' duduk dengan The Coaches Voice untuk membahas bagaimana pada zaman itu dia bisa mengalahkan raksasa Catalan. Dan penjelasannya sangat brilian.

Mourinho dikenal karena visioner dan jeli dalam hal detail. Jadi ketika menjelang pertandingan Mou berdiskusi dengan André Villas-Boas yang tak lain asistennya sejak melatih Porto dan Chelsea.

Berikut adalah gambaran di balik layar tentang pengambilan keputusan mereka sebagai pelatih dan asisten pelatih menjelang pertandingan Liga Champions itu . Lihat beberapa sorotan di bawah ini melalui Analisis Kinerja dalam Tindakan.

Taktik Mou

Taktik Mou

Mourinho dan Villas-Boas memandang Carles Puyol: "Agresif, tetapi sangat emosional. Dan gampang terprovokasi."

Selain itu Mou menilai Puyol lemah dalam hal menggunakan kekuatan tubuhnya untuk mendapatkan kembali penguasaan bola, sehingga mereka melihat celah dengan bisa memprovokasi Puyol di sepertiga akhir atau di luar kotak (karena dia agresif). Satu hal ini kemampuan dan kekuatan heading yang bagus dari pemain Inter sangat dibutuhkan, terutama saat Puyol lupa posisi.

Dan itu terbukti pada gol Diogo Milito, lewat tandukan kepala.

Lalu Mourinho dan Villas-Boas melihat Andrés Iniesta : "Pemain yang sangat dinamis dan punya kecepatan eksekusi, Iniesta pemain dengan tipe Tricky....."

Sementara itu Mourinho dan Villas-Boas memandang Ronaldinho : "Kualitas teknis untuk menghindari bek pada sentuhan pertama. Jauh lebih berbahaya ketika ada ruang yang kosong,"

Mantan manajer Manchester United dan Real Madrid itu sangat menyadari ancaman yang ditimbulkan oleh Lionel Messi, Mourinho dan Villas-Boas melihat Messi: "Kualitas + kecepatan, tapi Messi sangat mengandalkan kaki kiri. Perilaku yang persis sama dengan Ronaldinho. Mereka bermain dalam antara garis atau diagonal. Mendorong tim untuk maju dengan menggiring bola. Luar biasa dalam 1 vs 1. Jika ada opsi untuk melanggar dia, penting untuk melakukannya di luar kotak dan sedini mungkin. Dan Messi baru pulih dari cedera baru-baru ini."

Ringkasnya, Mou secara jeli mengunci pergerakan beberapa pemain inti Barcelona. Dia sudah jauh-jauh hari menganalisis sehingga bisa melakukan tindakan yang tepat ketika di atas lapangan.

Jadi Mou membagi-bagi peran pada pemainnya sesuai dengan karakter para pemain lawan. Benar-benar visioner bukan?


Sumber :

https://www.libero.id/detail/4775/taktik-brilian-mou-saat-inter-hentikan-barcelona-di-liga-champions-2010.html

Tuesday, January 26, 2021

Jose Mourinho tentang Gareth Bale

Ternyata Ini Alasan Jose Mourinho Jarang Memainkan Gareth Bale

Setelah terombang ambing tidak jelas di Real Madrid, Bale kemudian hengkang ke Tottenham Hotspur yang merupakan mantan klubnya dengan status pemain pinjaman. Alasannya sudah jelas di mana dia ingin mendapatkan menit bermain dan nasib yang lebih bagus.

Sayangnya, kepindahannya ke Spurs juga sama buruknya dengan Real Madrid. Di Spurs, Bale baru bermain selama 160 menit di Liga Inggris dan karena hal tersebut, Mourinho sering dianggap sama seperti Zinedine Zidane.

Zidane sangat enggan memasang Bale dan belakangan diketahui jika Bale memang punya masalah dalam hal kebugaran. 

Lalu, apa yang bikin Mourinho enggan memasang Bale? Jawabannya adalah tentu saja kebugaran.

Tapi, Mourinho punya satu alasan dan peraturan yang membuat Bale tidak bisa masuk ke dalam skuadnya.

Hal ini berhubungan dengan pola latihan yang dia terapkan. Mourinho mengatakan jika para pemainnya akan mendapatkan menit bermain yang layak jika berlatih dengan layak serta tanpa masalah. Pelatih berjuluk The Special One itu kemudian mengatakan bahwa Bale kurang konsisten dalam latihan.

"Saya tidak bisa memainkan pemain jika dalam latihan dia tidak konsisten," tuturnya.

"Kami semua tahu kesulitan yang dia alami selama beberapa musim, kami semua tahu bahwa dia datang dengan cedera, kami semua tahu bahwa bahkan musim ini performanya naik turun," lanjutnya.

"Yang terpenting baginya adalah konsisten, berlatih tanpa masalah dan ketika seorang pemain konsisten dalam latihan, intensitas tinggi tanpa masalah apapun, itu artinya sang pemain sudah siap," ucapnya.

"Tidak diberi menit bermain dan siap untuk mendapatkan menit bermain adalah dua hal yang berbeda," katanya.

Minggu ini dia berlatih seperti yang lainnya. Kita coba lihat bagaimana dia akhir pekan ini. Masa depan Bale masih belum pasti karena pemain asal Wales itu hanya berpartisipasi dalam empat laga dari 17 laga yang dia mainkan.

Kira-kira akankah nasib Bale membaik? Atau justru Spurs tidak mempermanenkannya dan dia harus kembali ke Real Madrid untuk menghangatkan bangku cadangan.


Sumber :

https://superball.bolasport.com/read/332527160/ternyata-ini-alasan-jose-mourinho-jarang-memainkan-gareth-bale?page=all

Friday, January 8, 2021

Mourinho Effect

Dampak Mourinho, Pemain Tottenham Tak Masalah Main Jelek yang Penting Menang

7 Januari 2021

Eks bek Tottenham Hotspur, Jonathan Woodgate, merasa Jose Mourinho memberikan dampak kepada pemain Spurs untuk tidak masalah bermain jelek yang penting menang. Tottenham Hotspur berhasil mencapai partai final Piala Liga Inggris 2020-2021 setelah menekuk Brentford 2-0 dalam laga semifinal pada Selasa (5/1/2021) waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.

Dua gol yang mengantarkan Tottenham Hotspur ke final dicetak oleh Moussa Sissoko (menit ke-12) dan Son Heung-min (70').

Pada partai puncak, Tottenham Hotspur akan menghadapi antara Manchester United dan Manchester City yang baru akan berlaga di Stadion Old Trafford pada Rabu (6/1/2021) waktu setempat atau Kamis pukul 02.45 WIB.

Meski berhasil mencapai final dan berada di papan atas klasemen Liga Inggris 2020-2021, Tottenham Hostpur masih kerap mendapat kritik karena sang pelatih, Jose Mourinho, dinilai gagal memanfaatkan skuad yang penuh bintang.

Sejak dilatih Mourinho, Spurs dinilai cenderung bertahan dan memanfaatkan serangan balik untuk mendapatkan gol. Walau demikian, Jonathan Woodgate merasa para pemain Spurs tidak akan mempermasalahkan taktik yang diterapkan Mourinho.

Menurut Woodgate, para pemain Spurs akan sepenuhnya mendukung Mourinho karena mereka terus mendapat hasil positif.

"Jose Mourinho menangani kompetisi Piala Liga Inggris dengan serius," ujar Woodgate seperti dikutip BolaSport.com dari talkSPORT.

"Dia telah memenangi kompetisi ini empat kali. Dia adalah seorang pemenang dan pemain Spurs perlu memenangi trofi."

"Mereka memiliki peluang selama bertahun-tahun dan mereka memiliki peluang besar lainnya sekarang."

"Gaya bermain Spurs sekarang sangat berbeda, tetapi mereka tidak memenangi apa pun di bawah pelatih lain."

"Saat ini mereka bisa memenangi sesuatu bersama Jose Mourinho yang telah memenangi gelar Liga Champions dan liga di berbagai belahan dunia."

"Oke, gaya bermainnya tidak bagus, tetapi mereka ada di final Piala Liga Inggris dan mereka hanya terpaut empat poin dari puncak klasemen."

"Mourinho mendapatkan hasil dan itu hal terpenting dalam sepak bola."

"Menurut saya, pemain ingin memenangi pertandingan, mereka tidak peduli dengan cara mereka bermain."

"Jika sekarang saya adalah seorang pemain, maka yang saya ingin lakukan hanya menang, dan saya tidak peduli bagaimana kami menang, tidak peduli gaya apa yang kami mainkan, selama kami menang."

"Penggemar sedikit berbeda, mereka ingin dihibur dengan permainan bagus, tetapi pada akhirnya apa yang ingin mereka lihat adalah tim kesayangannya memenangi trofi atau tidak?"

"Mourinho telah melakukannya di seluruh dunia. Dia melakukannya di Inter Milan dan mereka memenangi Liga Champions. Dia melakukannya di Spurs sekarang dan dia akan membawa mereka sukses."

"Hal itu yang menjadi alasan mengapa Spurs mendatangkan Mourinho. Dia orang yang memenangi trofi," tutur Woodgate menambahkan.


Sumber :

https://www.bolasport.com/read/312499513/dampak-mourinho-pemain-tottenham-tak-masalah-main-jelek-yang-penting-menang?page=all

Friday, January 1, 2021

Jose Mourinho Tidak Diberi Kesempatan di MU

Dipecat MU, Jose Mourinho Merasa Tidak Diberi Banyak Kesempatan

17 Des 2020, 00:00 WIB

Jose Mourinho yakin Manchester United atau MU memecatnya sebelum waktunya. Karena, juru taktik asal Portugal itu tidak punya cukup waktu untuk memberikan hasil yang diharapkan.

Mourinho memiliki karier yang luar biasa dalam sepak bola, memenangkan empat tfori juara di empat negara berbeda. Dia kemudian diharapkan bisa menghidupkan kembali kejayaan MU seperti di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.

Tiga gelar juara yaitu Community Shield, Piala Liga, dan Liga Europa diberikan Mourinho pada musim debutnya sebagai manajer MU di 2016/17. Runner up Liga Inggris dan Piala Piala FA mengikuti musim berikutnya sebelum United memecatnya.

Namun, MU mengambil keputusan memecat Jose Mourinho pada Desember 2018. Keputusan tersebut diambil setelah awam yang buruk di musim 2018/19.


Komentar Mourinho

"Dalam periode tertentu karier saya, dengan profil klub yang saya geluti, kami tidak membutuhkan banyak waktu untuk meraih kesuksesan," kata Mourinho seperti dikutip dari Independent.

"Kami melakukannya di Porto, Inter, Real [Madrid], Chelsea, dua kali. Kami melakukannya tanpa membutuhkan waktu panjang itu."

"Keinginan saya untuk mencoba hal yang berbeda dan keinginan gila saya untuk pergi ke banyak negara, dan mencoba untuk memenangkannya, mencoba untuk mendapatkan pengalaman berbeda di banyak negara berbeda. Sempurna karena tentang menang, dan selamat tinggal, dan mari kita coba hal lain," ucap Mourinho menambahkan.


Menghormati Keputusan MU

Pelatih Tottenham, Jose Mourinho, memperhatikan pemainnya saat menghadapi Ludogorets pada laga lanjutan Grup J Liga Europa di Tottenham Hotspur Stadium, Jumat (27/11/2020) dini hari WIB. Tottenham menang 4-0 atas Ludogorets. (AFP/Ian Kington/pool)

Meski tidak diberi banyak waktu, Mourinho menghormati keputusan MU atas pemecatan dirinya. "Klub pertama di mana saya merasa saya membutuhkan waktu dan waktu tidak diberikan adalah di Manchester United," ujarnya.

"Karena saya merasa bahwa saya pergi di tengah proses, tapi saya belajar sejak dini untuk menghormati keputusan, yang saya lakukan di United."

"Kami melakukan apa yang kami lakukan, kami melakukan apa yang mungkin untuk dilakukan, dan kami melanjutkan. Saya bahagia, mereka bahagia, dan kami memiliki hubungan hebat, merupakan sesuatu yang selalu saya banggakan," tutur Mourinho.

"Ketika saya meninggalkan klub, saya menjaga hubungan yang sangat baik dengan semua orang, dan United adalah satu lagi contoh dari itu," pungkas pria yang kini menjadi manajer Tottenham Hotspur sejak 2019 lalu.


Sumber :

https://www.liputan6.com/bola/read/4435377/dipecat-mu-jose-mourinho-merasa-tidak-diberi-banyak-kesempatan?source=search

Monday, December 7, 2020

Taktik Mourinho Tottenham vs Arsenal

Tottenham vs Arsenal: Jose Mourinho Puji Taktik Arteta di Derbi London Utara

Jose Mourinho melempar pujian kepada Mikel Arteta setelah Tottenham Hotspur mengalahkan Arsenal pada Minggu (6/12) malam hari WIB. Menurut The Special One, taktik Arteta menyulitkan mereka untuk menang. 

Tottenham sendiri menang berkat gol Son Heung-min dan Harry Kane. Son mencetak gol di menit ke-13, sementara Kane menggandakan keunggulan menjelang turun minum. 

Meski menang 2-0, Mourinho menolak anggapan bahwa timnya menang mudah dari Arsenal. Pelatih asal Portugal itu mengatakan bahwa Arsenal terbukti menyulitkan mereka. 

"Ini adalah pertandingan besar, bukan karena Tottenham vs Arsenal," kata Mourinho kepada Sky Sports. 

"Saya ingin memberi ucapan selamat kepada Mikel Arteta karena dia memberi kami sebuah laga sulit. Secara taktik mereka sangat hebat dan terorganisir." 

"Mereka memberi kami masalah yang untungnya bisa kami selesaikan. Mereka punya taktik berani dan didukung semangat luar biasa. Mereka adalah tim yang bagus dan dia [Arteta] adalah pelatih mumpuni," lanjut dia. 

Mourinho mengaku puas dengan hasil dari duel Tottenham vs Arsenal. Namun, dia merasa skuat Tottenham tidak tampil maksimal di babak kedua. 

"Saya sangat senang dengan hasil dan penampilan pemain, tetapi tentu saja saya ingin tim bermain lebih maksimal di babak kedua," ungkap Mourinho. 

"Pada kenyataannya, kita tidak selalu bisa melakukan apa yang kita inginkan karena tim lawan memaksa kita untuk melakukan hal lain," sambungnya. 

Pemain Tottenham Hotspur Son Heung-min berselebrasi bersama timnya usai mencetak gol ke gawang Arsenal di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris, Minggu (6/12). Foto: Pool via REUTERS

Kemenangan ini membuat Tottenham berada di puncak klasemen. Selain itu, mereka telah meraih tujuh poin dari tiga pertandingan terakhirnya di Liga Inggris. 

Mourinho merasa yakin Tottenham bisa terus ada di puncak klasemen. Apalagi mereka mampu bermain apik saat menghadapi Manchester City, Chelsea, dan Arsenal. 

"Kami terus berkembang. Saya bisa membayangkan orang-orang akan bicara apa saat kami menghadapi Man City, Chelsea, dan Arsenal dalam tiga laga beruntung," kata Mourinho. 

"Mereka akan bilang kalau kami bakal kehilangan poin dan kembali ke 'normal'. Tetapi kami tidak balik ke 'normal'. Kami tetap di puncak," lanjut dia. 

Pemain Tottenham Hotspur Son Heung-min berselebrasi bersama Harry Kane usai mengalahkan Arsenal di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris, Minggu (6/12). Foto: Pool via REUTERS

Tottenham kini berada di puncak klasemen dengan 24 poin. Mereka unggul selisih gol dari Liverpool yang juga punya poin yang sama. 

Selanjutnya, Kane cs. akan melakoni laga Liga Europa melawan Antwerp. Setelah itu, Tottenham akan kembali berlaga di Premier League melawan Crystal Palace.

Seusai pertandingan, pelatih Arsenal, Mikel Arteta, pun memberikan komentarnya soal duel taktik antara dirinya melawan Mourinho. Eks asisten pelatih Pep Guardiola di Manchester City itu mengakui keunggulan The Special One –julukan Mourinho, pada laga Tottenham kontra Arsenal.

“Saya bisa melihat apa yang dia (Mourinho) coba lakukan dan belajar darinya, dia menang lagi, Anda mengetahui itu. Ini dua gaya yang sangat berbeda dan dia mengelola dengan sangat baik,” puji Arteta, seperti dikutip dari The Guardian, Senin (13/7/2020).

“Saya sudah mengatakan sebelumnya pada saat melakukan sesi konferensi pers bahwa saya percaya dia selalu menemukan cara untuk menang. Selamat untuk mereka, mereka mendapat poin hari ini dan kami akan terus melangkah,” sambung pelatih asal Spanyol tersebut.

Kekalahan dari Tottenham pun membuat peluang Arsenal lolos ke Liga Champions musim depan hampir bisa dipastikan tertutup. Ya, Arsenal sendiri saat ini masih menghuni posisi ke-9 dan berjarak 9 poin dari Chelsea yang menempati posisi keempat pada klasemen sementara Liga Inggris 2019-2020.


Sumber :

https://bola.okezone.com/read/2020/07/13/45/2245840/tottenham-vs-arsenal-arteta-akui-kalah-adu-taktik-dengan-mourinho

https://kumparan.com/kumparanbola/tottenham-vs-arsenal-jose-mourinho-puji-taktik-arteta-di-derbi-london-utara-1uja5S3BR3Q/full

Related Posts