Pages

Tuesday, September 24, 2013

Mourinho: Berada Di Puncak


Komentar : 08:03 22 Minggu, September 2013

Jose Mourinho merasa senang dengan tiga poin yang diraih di laga melawan Fulham, dan mengonfirmasi bahwa ia akan merotasi skuat saat menghadapi Swindon pada hari Selasa nanti.

Mourinho mengakui tiga poin memang lebih penting daripada penampilan melawan tetangga kami di London barat tersebut, dan merespon kritik atas start awal musim kami yang seharusnya terlihat buruk.


"Ketika kami memainkan permainan yang sangat bagus saat menghadapi Everton dan kalah, cara kami bermain menjadi tidak penting," katanya. "Apa yang kami ciptakan tidak penting. Hal terpenting adalah kami kalah dan kehilangan tiga poin. Jika Anda ingin menjadi pragmatis, kami menganalisis dengan cara yang sama dan yang terpenting adalah hasil akhirnya."

"Itu berarti hari ini kami ada di puncak klasemen, besok mungkin tidak. Hal terpenting adalah bisa berada di sana, di mana Man U, di mana Arsenal, di mana Tottenham. Beberapa dari mereka memulai Premier League dengan brilian, kami memulainya dengan sangat buruk, dan kami bisa berada di puncak, dan itu bagus bagi kami. Saya membaca bahwa itu adalah sebuah bencana."

"Saya pikir ini tidak baik, tetapi kekalahan bukanlah kekalahan dengan kesimpulan tertentu. Jika Anda kalah di satu pertandingan, Anda tidak kehilangan Premier League. Itulah mengapa orang-orang memilih untuk menonton Premier League, apapun bisa terjadi. Banyak tim kalah, setiap dari kami kalah di satu pertandingan dan bagi beberapa yang lain, kalah adalah hal yang normal, dan bagi kami itu adalah akhir dari segalanya. Tetapi itu tak masalah."

"Kami harus melatih hal-hal lainnya besok, melatih tim yang akan bermain, mereka saya berikan liburan sejenak untuk bersantai, dan mencoba untuk menang melawan Swindon. Sekarang, kami memiliki empat pertandingan tandang beruntun. Awal musim ini cukup sulit bagi kami, kami harus menghadapi Swindon, Tottenham, Norwich, dan Steaua secara tandang, jadi kami harus mempersiapkan sebaik yang kami bisa dan semua orang akan bermain."

Setelah tak memasukkannya ke dalam skuat, Mourinho mengonfirmasi bahwa Juan Mata akan tampil menghadapi Swindon di Piala Capital One pada Selasa malam. Ia mengatakan Pemain Terbaik Chelsea dua kali itu tidak mendapatkan jaminan bermain karena penampilan-penampilannya sebelumnya. Ia mengatakan:

"Ia berlatih pagi ini dan asisten saya yang berlatih bersama mereka mengatakan bahwa ia berlatih sangat, sangat keras. Hari Selasa nanti tentu ia akan bermain dari awal melawan Swindon. Orang-orang yang tidak bermain hari ini akan bermain. Juan dan David Luiz, Michael Essien, Bertrand, dan Azpilicueta. Dan saya harap ia bisa mengatakan pada saya, 'Anda salah, saya adalah yang terbaik dan saya harus bermain di setiap pertandingan."

"Cerita tidak bermain. Jika karena kisah lampau, yaitu karena saya memenangkan dua gelar di sini, karena saya tidak pernah kalah di tempat ini di Premier League, tidak akan ada yang mengkritik saya tetapi orang-orang tetap mengkritik saya. Masa lalu adalah masa lalu dan Anda harus dinilai dari apa yang Anda lakukan sekarang. Saya memberikan Juan kesempatan bermain dari awal melawan Aston Villa, melawan Everton."

"Saya harus menciptakan keseimbangan di bench. Saya harus memiliki para pemain yang mengcover setiap posisi. Itulah yang harus saya lakukan. Saya memiliki Azpilicueta untuk mengcover full-back dan bek tengah, karena Ivanovic bisa bermain di posisi bek tengah, Essien sebagai gelandang tengah, Lampard di posisi tradisionalnya, dan tiga pemain menyerang, satu striker, dan setelah itu De Bruyne dan Willian."

Akhirnya, pujian diberikan kepada Mikel, yang mengakhiri 261 pertandingan tanpa gol yang telah berlangsung sejak era pertama Mourinho.

"Bagus baginya, bagus baginya. Saya pikir itu bagus bagi kepercayaan dirinya. Dan saya pikir orang-orang senang melihat John mencetak gol. Gol itu berawal dari bola mati, tendangan penjuru, sebuah rebound, dan penyelesaian akhirnya bagus dan ia berada di posisi yang tepat, tetapi yang terpenting bagi saya adalah ia bermain bagus, ia memberikan keseimbangan dan stabilitas. Ia mengontrol pertandingan dengan sangat baik, jadi saya senang dengan cara bermain John."

Read more at http://indo.chelseafc.com/news/latest/1605#ETwCl7Ah7r4wj5QW.99

Thursday, July 25, 2013

Mourinho untuk Timnas Indonesia


Pelatih Chelsea, Jose Mourinho, memberikan saran untuk tim Indonesia. Menurut Mourinho, tim Indonesia harus bermain dengan semangat tinggi dan penuh kebanggaan membela tim nasional. 

Chelsea baru saja melibas Indonesia All Stars dengan skor telak 8-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Kamis (25/7/2013). Itu menjadi kekalahan telak Indonesia ketimbang melawan Arsenal atau Liverpool, beberapa waktu lalu. 

"Saya pikir tim Anda (Indonesia) harus bermain dengan semangat tinggi. Itu adalah cara yg terbaik untuk membuat tim Anda lebih baik," jelas Mourinho dalam jumpa pers usai pertandingan. 

"Bermain dengan kebanggaan membela tim nasional dan mewakili negara Anda. Jika Anda sudah memiliki itu, maka Anda akan lebih kuat dari kemampuan sebenarnya. Bahkan, jika tak punya potensi yang bagus karena lawan Anda kuat. Jika Anda bisa bermain dengan kebanggaan, maka Anda bisa lebih baik," Mourinho melanjutkan.

Tuesday, July 9, 2013

Janji Mourinho untuk Fans Chelsea



Pelatih Chelsea, Jose Mourinho, berjanji akan membuat permainan The Blues lebih atraktif musim depan. Janji tersebut diungkapkan Mourinho agar publik Stamford Bridge bisa menyaksikan klub kesayangannya kembali ke puncak performa di Premier League maupun Eropa. 

Mourinho sukses membawa Chelsea merebut trofi Premier League pada 2005 dan 2006. Selain itu, pelatih asal Portugal tersebut juga mempersembahkan satu gelar Piala FA pada 2007, dua Piala Liga Inggris (2005, 2006), dan Community Shield (2005). 

Setelah hijrah ke Inter Milan pada 2007, Chelsea mengalami empat kali pergantian pelatih. Dalam perjalanannya, permainan Chelsea kerap mendapat kritik, khususnya ketika dibesut Roberto Di Matteo pada 2012, yang dinilai telah memainkan sepak bola negatif. 

"Saya ingin membuat fans Chelsea senang dalam hasil pertandingan, tipe bermain, mental, dan kepribadian tim ini. Mereka harus tahu bahwa kami selalu memberikan segalanya," ujar Mourinho. 

"Saya tahu rekor saya di Chelsea dan juga Inter dan Madrid. Saya banyak membuat keputusan untuk membantu tim. Jika saya berjudi dengan keputusan yang sangat berisiko, itu memang dapat menjadi cara yang salah. Berapa kali saya bermain di sini dengan tiga bek?"

"Saya ingat melawan West Ham (April 2006), kami tertinggal 0-1 dan kami bermain dengan 10 orang setelah Maniche mendapat kartu merah di awal pertandingan. Saya berjudi ketika itu karena ingin memenangkan pertandingan dengan 10 pemain dan hasilnya kami menang 4-1," kata Mourinho. 

Lebih lanjut, Mourinho mengomentari dua rekrutan baru Chelsea pada bursa transfer musim panas ini, yaitu Andre Schurrle dan Marco van Ginkel. Menurutnya, kedua pemain muda tersebut adalah calon pengganti para pemain senior yang saat ini masih diandalkannya dalam skuad. 

"Ini adalah warisan dari budaya klub karena suatu hari pemain yang lebih tua akan berhenti bermain dan pemain-pemain muda akan menjadi andalan di masa depan sehingga budaya Chelsea itu telah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya," pungkasnya.

kompas.com

Saturday, June 15, 2013

Kata-kata pertama Mourinho


Jose Mourinho mengungkapkan salah satu pendekatan yang dilakukannya kepada para pemain. Mou mengaku memiliki kebiasaan berpidato singkat ketika pertama kali bertemu pemain di klub baru.

Meski sudah pernah menangani Chelsea sebelumnya, Mou tetap akan memberikan kata-kata khasnya nanti. Ia akan bertemu para pemain Chelsea pada 8 Juli mendatang.

"Saya selalu mengatakan hal yang sama setiap kali menangani klub baru. Saya akan mengatakannya lagi kepada para pemain Chelsea pada 8 Juli nani. Sebagian pemain mungkin sudah pernah mendengarnya langsung dari saya," jelas Mourinho.

Yang dikatakan Mourinho adalah janji sekaligus tuntutan kepada seluruh pemain. Mou ingin para pemainnya selalu menunjukkan profesionalisme tinggi selama berada di bawah asuhannya.

"Inilah kata-kata pertama saya pada para pemain. "Jika kalian adalah pemain profesional, bukan pemain egois, jika kalian menempatkan klub di atas diri kalian dan mau bekerja 100 persen bersama saya, pemain lain dan klub, maka kita semua akan menjalani hubungan yang sangat indah"," ungkapnya. (twg/hsw)

Monday, June 10, 2013

Mourinho : 'The Happy One'


Di depan ratusan wartawan Jose Mourinho kembali ke Stamford Bridge dalam statusnya sebagai manajer Chelsea. Mengaku sangat bahagia, ia sampai mengubah titelnya dari 'Special One' menjadi 'Happy One'.

Ekspresi Mourinho itu ia ucapkan dalam konferensi pers pertamanya di markas The Blues di London, Senin (10/6/2013), atau seminggu setelah ia dikontrak empat tahun oleh manajemen Chelsea -- untuk kali kedua.

Reuters menyebutkan, ada sekitar 250 wartawan dari dalam maupun luar Inggris, termasuk lusinan kru televisi yang menyambut kepulangan pria Portugal itu ke Stamford Bridge.

"Kalau aku harus memilih sebuah julukan untuk periode ini, aku akan memilih 'The Happy One'," seloroh Mourinho. "Aku sangat bahagia.

"Waktu berputar. Sepertinya hanya beberapa hari yang lalu, tapi sudah sembilan tahun sejak aku pertama kali menjadi manajer (di sini)," ucapnya setelah memasuki ruangan yang disilaukan oleh lampu kilat puluhan kamera.

"Aku punya alam yang sama. Aku orang yang sama," tegas pria yang dalam lima tahun terakhir bekerja untuk Inter (2008-2010) dan Real Madrid (2010-2013) itu..

"Aku menggambarkan diriku sebagai seseorang yang sangat bahagia. Ini kali pertama aku datang ke sebuah klub yang sudah aku cintai. Sebelumnya aku harus membangun sebuah hubungan emosional (terlebih dulu), baru kemudian mencintainya," imbuhnya.

Mourinho dikontrak empat tahun di periode keduanya di Chelsea ini. Di masa pertamanya, dari 2004 sampai 2007, ia memenangi dua gelar Premier League, satu Piala FA, dua Piala Liga Inggris, dan satu titel Community Shield.

Arbeloa : Mourinho Berjuang Habis-habisan demi Madrid


Penggawa Real Madrid, Alvaro Arbeloa, buka-bukaan mengenai mantan pelatih Real Madrid, Jose Mourinho. Dalam wawancara dengan La Sexta, Arbeloa membelanya dengan menyebut bahwa pelatih asal Poetugal itu telah berusaha sebaik mungkin untuk Real Madrid. 

"Ia berjuang habis-habisan untuk Madrid dan menerima banyak sekali halangan. Tak banyak pemain yang bisa mengatakan hal itu karena semua—terutama pemain—mencoba mempertahankan posisi masing-masing di klub," ujar Arbeloa.

Sementara ketika ditanya mengenai karakteristik Mourinho, Arbeloa menjawab, "Aku menyukai orang yang tidak berbasa-basi dan bisa berkata jujur padaku."

"Jika Anda bertanya kepada Mourinho, ia tahu bahwa ia kerap berbuat salah. Namun, saat menonton konferensi persnya, ia terlihat seperti seorang pembela di pengadilan. Mourinho pergi dengan perasaan kecewa, terutama kepada pemain," ungkapnya.

Meski demikian, Arbeloa mengaku tak yakin bahwa sosok berjuluk The Special One tersebut akan kembali ke Santiago Bernabeu suatu hari nanti untuk menjadi pelatih. "Aku tak melihat adanya alasan ia bisa kembali ke Madrid."

Arbeloa tak takut akan mendapat kritikan dari kubu Madrid karena telah membela Mourinho. "Aku tahu siapa saja yang akan mengkritikku, tapi aku membela Mourinho karena aku rasa tindakanku benar dan hal itu berlaku juga untuk rekan-rekan setimku," ungkapnya. 

Tak hanya itu, di saat yang sama, Arbeloa mengaku bahwa ia sendiri tak tampil maksimal musim ini, terutama dalam pertandingan perempat final Liga Champions melawan Galatasaray saat ia mendapat kartu merah.

"Ini musim terburukku selama empat tahun di Real Madrid. Sikapku kepada wasit di Istanbul pun tak pantas dan merefleksikan rasa tegangku sendiri," pungkasnya.

Mourinho: Saya Masih Spesial


Pelatih Chelsea, Jose Mourinho, mengklaim dirinya masih merupakan sosok istimewa, karena ia telah memenangkan banyak trofi selama kepelatihannya. Hal itu diucapkan Mourinho dalam wawancaranya dengan tabloid Inggris, The Sun. 

"Ungkapan The Special One adalah milik saya. Saat pertama kali datang ke Chelsea tahun 2004, saya mengatakan bahwa saya istimewa karena saya baru saja memenangkan Liga Champions bersama Porto. Untuk menjadi juara, diperlukan bakat istimewa," kata pria berpaspor Portugal ini. Ia pun mengemukakan definisinya sendiri mengenai sosok spesial.

"Menjadi spesial adalah memaksimalkan kemampuan dan motivasi, serta merasa mampu menjalankan tantangan yang dimiliki. Bila mungkin, menang dan sukses berkali-kali. Jika Anda tak menang, Anda tak spesial. Tapi, saya sudah menang!" jelas Mourinho yang di era perdananya bersama Chelsea sukses membawa The Blues merengkuh dua gelar Premier League ini. 

Lebih jauh Mourinho pun mengisyaratkan keinginannya memenangkan lebih banyak trofi bersama Chelsea musim ini. 

"Saya menjalani tahun-tahun menyenangkan dengan para klub sebelumnya, tapi klub baru selalu lebih penting. Saya tak pernah merayakan gelar secara berlebihan karena saya tak mau berpikir bahwa itu terakhir kalinya saya menang. Siapa pun yang ingin melihat saya bermain aman dan gagal akan kecewa. Saya rasa wajar kalau saya ingin memenangkan lebih banyak gelar juara dalam karier saya," pungkas Mourinho.

Related Posts