Pages

Friday, May 27, 2016

Jose Mourinho ke Manchester United


Mourinho dan Manchester United Capai Kata Sepakat

Kesepakatan antara Jose Mourinho dan Manchester United telah tercapai. Berdasar pemberitaan BBC, negosiasi alot selama tiga hari antara pihak Manchester United dan agen Mourinho, Jorge Mendes, berakhir pada Kamis (26/5/2016). Kedua belah pihak mencapai kata sepakat, tetapi belum ada penandatanganan kontrak.

Sky Sports melansir Mourinho dan terlihat bertemu dengan wakil presiden Man United, Ed Woodward, di salah satu hotel di London, Kamis (26/5/2016). Dia dipercaya sudah sepakat melatih di Setan Merah, julukan Manchester United, untuk tiga tahun ke depan.

Posisi manajer Manchester United tengah kosong sejak Senin (23/5/2016) seusai pemecatan Louis van Gaal. Namun, BBC melaporkan bahwa sebenarnya Van Gaal sudah tahu tidak akan bertugas lagi di Manchester United seusai final Piala FA, Sabtu (21/5/2016).


'Mourinho Sudah Ada di Tempat dan Waktu yang Tepat'

Manchester United sudah menunjuk Jose Mourinho menjadi manajer yang baru. The Special One disebut sudah berada di tempat benar dan di waktu yang tepat. Mourinho diperkenalkan sebagai manajer baru MU, Jumat (29/5/2016) sore WIB. Dia dikontrak dalam durasi tiga tahun, dengan opsi perpanjangan satu tahun.

Selama menjadi manajer MU, Mourinho dikabarkan akan menerima gaji sebesar lima juta poundsterling setiap musim. Perekrutan Mourinho oleh MU, mendapat tanggapan positif dari banyak pihak.

Ide Mourinho mengenai sepakbola itu sederhana --dia ingin memenangi pertandingan dan dia akan menginginkan Manchester United berada di puncak semuanya.


Sumber :
http://bola.kompas.com/read/2016/05/27/02572078/mourinho.dan.manchester.united.capai.kata.sepakat
http://sport.detik.com/sepakbola/read/2016/05/27/191556/3219736/72/mourinho-sudah-ada-di-tempat-dan-waktu-yang-tepat
aktualpost.com

Thursday, October 15, 2015

Mourinho Balik ke Inter?

Mourinho: Balik ke Inter? Mengapa Tidak

Manajer Chelsea, Jose Mourinho, mengakui dirinya memiliki kenangan yang teramat manis bersama Inter Milan. Hanya dua musim berbakti di Giuseppe Meazza, selain dua gelar scudetto Serie A, Mourinho berhasil membawa klub ke jenjang tertinggi di Eropa, juara Liga Champions di musim 2009-2010.

“Saya mempunyai dua tahun yang begitu spesial bersama Inter yang dipenuhi momen begitu emosional. Saya yakin, periode tersebut diakhiri dengan catatan yang luar biasa, lebih baik ketimbang Porto (klub yang dibawanya menjadi juara Liga Champions pada musim 2003-2004),” ujar Mourinho di sela-sela peluncuran bukunya yang terbaru bertajuk "Mourinho", di London, Kamis (15/10).

“Saya terbang ke Inter pada 2008 karena impian seorang Massimo Moratti, klub dan seluruh suporter Inter yang mendambakan gelar pertama (Liga Champions) selama hampir 50 tahun. Jadi, kesan pertama dari periode tersebut adalah memulai meraih impian dan akhirnya berpisah dengan manis. Itu yang terjadi. Dan, itulah yang membuat mengapa Inter benar-benar khusus bagi saya,” terang Mourinho.

Karena itulah, ketika disinggung kemungkinan dirinya kembali menjadi arsitek Nerazzurri, Mourinho yang terikat kontrak di Stamford Bridge sampai Juni 2019, menjawabnya dengan penuh antusias.

“Mungkinkah saya kembali (ke Inter)? Saya tidak tahu. Sulit menjawabnya mengingat masih panjang perjalanan saya menjadi manajer. Mungkin, saya masih melatih dalam 15 tahun ke depan saat saya berusia 67 tahun. Tapi, apakah saya bisa tinggal 15 tahun bersama Chelsea? Saya sangat meragukannya. Karena itu, meski saya menginginkannya, adalah hal yang tak mungkin bagi saya untuk mengakhiri karier di Chelsea. Jadi, dapatkan saya kembali ke Inter? Mengapa tidak,” tandas Special One.


Sumber :
http://www.beritasatu.com/sepakbola/314741-mourinho-balik-ke-inter-mengapa-tidak.html

Friday, September 4, 2015

Mourinho masuk Guinness Book of Records

Jose Mourinho masuk ke Guinness Book of Records versi 2016.

Untuk merayakan pencapaian ini, manajer kita mendapat sertifikat tentang apa yang telah dicapainya di Cobham.

Rentetan tanpa kalah di kandang terlama oleh seorang manajer sepakbola (sembilan tahun)
Gelar Liga Champions terbanyak yang diraih dengan beberapa klub berbeda (dua)
Manajer termuda yang telah bermain 100 kali di Liga Champions (49 tahun 12 hari)
Poin terbanyak di Premier League dalam semusim (95)
Laga kandang tanpa kalah terlama di Premier League (77)


Mourinho senang dengan pengakuan dari pihak ikonik ini.

“Cara mereka memberiku penghargaan dengan sesuatu yang bisa aku pajang di kantor adalah bagus,” katanya.

“Ini menyenangkan dan saat kecil Anda tidak akan bernah membayangkan akan tercatat ke dalam Guinness Book of Records.”

“Anda mengenalku, penghargaan ini adalah untuk sesuatu yang telah aku lakukan di masa lalu dan tentunya ini bagus, tapi bagiku yang terpenting adalah apa yang bisa aku lakukan di masa depan.”
Bagikan artikel ini


Sumber :
http://indo.chelseafc.com/news/latest-news/2015/08/mourinho-makes-guinness-book-of-records.html

Sunday, August 30, 2015

Kutukan Mr. P

Mourinho Bermasalah dengan Mr. P di Stamford Bridge

Manajer Chelsea, Jose Mourinho, memiliki catatan buruk di kandang ketika menghadapi tim yang memiliki manajer dengan huruf awal P.


Total ada lima manajer yang memiliki huruf awal P berhasil mengalahkan Mourinho di Stamford Bridge. Mereka adalah (Tony) Pullis, (Gus) Poyet, (Alan) Pardew, (Mauricio) Pocettino, dan (Manuel) Pellegrini.


Pulis, Tony 
Pulis mengalahkan Mourinho saat masih menangani Crystal Palace. Pada 29 Maret 2014, Pulis berhasil mengantarkan Palace mengalahkan Chelsea dengan skor 1-0. Mourinho lagi-lagi dikalahkan Pulis, 18 Mei 2015. Kali ini, Pulis mengalahkan manajer asal Portugal tersebut dengan status sebagai arsitek WBA.

Poyet, Gustavo
Poyet mengalahkan The Special One. Sunderland racikannya sukses mempermalukan The Blues di Stamford Bridge dengan skor 2-1, pada 19 April 2015.

Pardew, Alan 
Pardew mengantarkan Newcastle United meraih kemenangan atas Chelsea, pada 6 Desember 2014.
Chelsea gagal meraih poin saat menjamu Crystal Palace di Stamford Bridge pada pekan keempat Premier League musim ini. The Blues dikalahkan oleh The Eagles dengan skor 1-2, Sabtu (30/8) malam WIB.

Pochettino, Mauricio 
Pochettino juga sukses membuat Mourinho malu. Tottenham sukses membuat Chelsea bertekuk lutut pada 2 Januari 2015 dengan skor 5-3.

Pelegrini, Manuel
Chelsea kalah tiga gol tanpa balas dari Manchester City arahan Pellegrini.


Kini Chelsea berada di peringkat ke-13 di klasemen Premier League. Namun fans Chelsea tidak perlu khawatir karena untuk 10 pertandingan Premier Legue berikutnya, The Blues tidak akan bertanding melawan tim yang memiliki nama manajer berawalan huruf P. Chelsea akan menghadapi Totenham Hotspur yang dilatih oleh Pochettino pada 29 November 2015.


Sumber :
http://gilabola.com/berita-bola/inggris/berita-bola-mourinho-tak-percaya-kutukan-berinisial-mr-p/
http://www.dinhduonghoanmy.com/off-the-court/mourinho-bermasalah-dengan-mr-p-di-stamford-bridge-12411.html

Saturday, August 29, 2015

Start yang Buruk, Tapi Ini Belum Berakhir

Komentar Pasca Pertandingan: Start yang Buruk, Tapi Ini Belum Berakhir

Jose Mourinho, saat membahas kekalahan di kandang pada hari Sabtu, memiliki tiga poin penting mengenai laga ini, diurutkan sesuai prioritas yang ia jelaskan.

"Pendapat pertama saya adalah untuk Palace," ujar Mourinho. "Mereka datang dengan segala sesuatunya, tim mereka sudah siap, pemain mereka siap dan mereka datang dengan semangat yang fantastis. Mereka beruntung, tapi mereka layak mendapatkan keberuntungan, mereka sangat berjuang untuk mendapatkan itu."

"Kedua, tim saya, saya pikir kami pantas mendapatkan lebih. Saya tidak mengatakan kami pantas menang karena itu tidak benar, tapi kami pantas mendapatkan lebih dari hasil yang kami dapatkan."

"Dan pendapat ketiga saya adalah wasit membuat kesalahan besar, penalti bersih [tidak diberikan] untuk pelanggaran terhadap Zouma saat skor 0-0. Saat pertandingan itu tampak jelas bagi saya, dan saat jeda saya menontonnya di televisi dan itu jelas sebuah penalti, kecuali para pandit yang bisa melihat kartu merah untuk John Terry dan Thibaut Courtois melihatnya secara berbeda dari saya."


"Saya tidak bisa mengatakan saya memiliki 11 pemain tampil dengan bagus di saat yang sama."
"Dua atau tiga dari mereka tampil jauh dari bagus dan saya menyalahkan diri saya sendiri untuk mempertahankan salah satu dari mereka selama 90 menit."

Manajer memberikan pandangannya mengenai debut Kenedy sebagai pemain pengganti di babak kedua dan gol sundulan Falcao...

"Cesar Azpilicueta tampil fantastis, tapi saya menariknya karena saya ingin memberikan kedalaman di sisi sayap dan bermain tanpa bek kiri dan dengan satu pemain muda yang menyerang seperti Kenedy. Dia memiliki kepribadian yang baik dan ini apa yang kami butuhkan pada saat itu. Kenedy berperan dalam meningkatnya performa tim."

"Gol Falcao tidak berarti apapun bagi tim tetapi untuk kepercayaan pribadinya itu bagus dan dia bagus. Dari reaksinya setelah mencetak gol anda bisa melihat kebahagiaan karena dia telah mengalami masa sulit."


"Kami tertinggal delapan poin dari pemimpin klasemen dan di liga lain saya akan mengatakan kompetisi berakhir karena di liga itu tim-tim top sangat sulit kehilangan poin. Di Premier League, saya tidak berkata kompetisi telah usai."

"Faktanya adalah kami memiliki start yang buruk, empat poin dari empat laga adalah start yang sangat buruk."


Sumber :
http://indo.chelseafc.com/news/latest-news/2015/08/final-whistle-verdict--bad-start-but-game-not-over.html

Sunday, August 23, 2015

Pedro Debut

Mourinho: Pedro Belum Seperti Maradona, Baru Mendekati

Bos Chelsea, Jose Mourinho, menanggapi dengan antusias, debut Pedro dalam pertandingan kontra West Bromwich Albion, Minggu, 23 Agustus 2015, dengan mencetak satu gol dan satu assist dalam 30 menit.

"Dia belum seperti Maradona, tapi dia mendekati," kata pelatih asal Portugal itu, yang dikutip Marca, Senin, 24 Agustus. Namun Mourinho enggan menanggapi insiden kartu merah, yang didapat John Terry.

Gol yang dicetak Pedro dalam pertandingan pertamanya di Premier League, hanya lima hari setelah bergabung di Stamford Bridge, disambut gempita fans Chelsea, yang segera menggunakannya untuk mengolok-olok Manchester United.

Kontroversi mengiringi perekrutan winger 28 tahun itu dari Barcelona, karena Chelsea baru memasuki persaingan di masa terakhir, pada saat Manchester United tampak sudah pasti akan menyelesaikan kesepakatan pembeliannya.

Menanggapi isu seputar perekrutan Pedro, Mourinho mengungkap bahwa dirinya hanya bertanya pada Pedro, apakah dia memang ingin meninggalkan Barcelona, dan dibenarkan oleh Pedro.

"Hampir, tapi belum," kata Pedro, menjawab pertanyaan Mourinho apakah dia sudah menandatangani kontrak dengan klub lain. Mourinho kemudian bertanya, apakah Pedro mau bergabung dengan Chelsea.

Jawaban Pedro ketika itu sangat jelas, dengan fakta bahwa dia akhirnya memilih Chelsea daripada Manchester United.


Sumber :
http://m.bolabanget.com/reader.php?id=97673207

Sunday, August 2, 2015

Revolusi Mourinho

Mourinho Merevolusi Sepak Bola

Permainan sepak bola tak lepas dari taktik. Dalam sepak bola, taktik terkait erat dengan formasi yang diterapkan. Untuk urusan meramu strategi, pola latihan, atau melecut motivasi hanya dipahami oleh orang yang benar-benar menguasai ilmu kepelatihan.

Melihat dari sisi inilah mengapa Mou bisa dikatakan merevolusi sepak bola. Dalam sejarah sepak bola, selalu muncul pelatih yang dikenal sebagai sosok yang mempopulerkan sebuah taktik. Diantaranya adalah :

Pola "Metodo" yang dipakai Vittorio Pozzo pada 1930-an, Mario Zagalo dengan 4-2-4.

Catenacio ala Helenio Herrera, atau pola pohon natal (4-3-2-1) yang dipopulerkan Carlo Ancelotti. Formasi pohon natal sendiri pertama kali diperkenalkan Terry Venables saat menukangi Inggris di Euro 1996.

Mou pada dasarnya menganut formasi 4-5-1 (sejak di FC Porto). Untuk alternatif, Mou juga menyukai pola 4-3-3, yang sebenarnya tetap berdasar pada 4-5-1. Namun, dia dikatakan jenius karena dari dasar itulah Mou sukses melakukan beberapa kombinasi.

Saat di Chelsea, Mou menerapkan formasi 4-3-3 yang berdasar pada 4-5-1. Mou memainkan 2 pemain bertipe gelandang bertahan dan 3 pemain bertipe gelandang serang.

Satu lagi, di antara gelandang tersebut harus ada seorang yang disebut box-to-box midfielder. Dia adalah galandang serbabisa, mampu menekel, mengumpan, menembak, menguasai bola, dan bertenaga (contoh Frank Lampard/Essien atau Xabi Alonso). Dari 4-5-1, Mou secara jenius berkreasi dengan 4-3-3, 4-2-3-1, 4-2-3-1, dan 4-1-4-1.

"Penemuan" paling spektakuler Mou adalah saat menangani Inter Milan musim lalu. Mou mengusung formasi 4-2-1-3, formasi yang membawa Inter meraih treble. Formasi yang memasang 3 penyerang ketimbang 2 pemain sayap.

Lewat formasi ini, 2 dari 3 penyerang memang merangkap tugas sebagai sayap (diperankan oleh Eto'o dan Pandev). Formasi tersebut bahkan bisa bertransformasi menjadi 4-1-2-3 dengan mudahnya di tengah pertandingan. Formasi inilah yang mencatatkan Mou dalam buku sejarah.

Banyak yang mengatakan Mou yang memperkenalkan formasi 4-2-3-1 ini.


Sumber :
http://www.kompasiana.com/yusuf-abdillah/mourinho-merevolusi-sepak-bola_550046708133119c17fa754a

Related Posts